

Wakil bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaksanaan ritual adat 100 hari untuk 77 kepala atau warga Kimaam yang sudah meninggal di tempat pelaksanaan ritual adat di Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima Merauke, Selasa (8/11) (FOTO: Sulo/Cepos)
Bagi 77 Warga Kimaam yang Telah Meninggal Dunia
MERAUKE- Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Wakil Bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd memberikan bantuan untuk pelaksanaan ritual adat 100 hari bagi 77 warga Kimaam yang telah meninggal dunia, langsung di lokasi pelaksanaan ritual adat di Mangga Dua Kelurahan Kelapa Lima Merauke, Selasa (8/11).
Bantuan yang diberikan tersebut diantaranya beras, mie instan, gula pasir, kopi, susu kaleng, pinang dan uang yang diserahkan Wabup Riduwan kepada Ketua Panitia Pelaksanaan Ritual Adat tersebut.
Paskalis Imadawa, salah satu tokoh adat dari Kimaam memberikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan dalam prosesi adat terhadap 77 warga Kimaam yang meninggal dunia namun belum dilakukan proses adat tersebut.
Apalagi, menurutnya, seorang pejabat yang datang dan bisa duduk bersama di salam rumah adat yang telah dibuat untul ritual adat tersebut. ‘’Ini sebuah catatan sejarah baru, bahwa seorang pejabat dengan rendah hati bisa datang, meski tadi sempat hujan tapi beliau mau datang. Mungkin ini sebuah panggilan suara hati,’’ katanya.
Paskalis Imadawa menjelaskan bahwa ritual adat ini sebenarnya sudah lama ingin dilaksanakan namun masih terbentur pada masalah finansial sehingga baru dapat dilakukan meski kekurangan sana sini masih terjadi.
Ritual adat rencananya akan dimulai pada 16 November 2022 ini, jelas dia adalah untuk memutus hubungan dengan yang sudah meninggal dunia tersebut. Ada yang sudah meninggal 100 hari lalu, 1 tahun, 2 tahun namun baru akan dilakukan ritual adat tersebut.
Karena itu, jelas dia ritual adat dengan pemotongan sejumlah babi ini akan dihadiri keluarga dari 77 orang yang sudah meninggal tersebut dari Kimaam.
Wakil bupati Merauke Riduwan menyampaikan penghargaan sehingga dirinya bisa hadir langsung dengan saudara-saudara tersebut dalam rangka ritual adat 100 hari untuk mengantar 77 arwah dari masyarakat Kimaam yang sudah meninggal dunia tersebut menghadap sang khalik.
“Saya hadir untuk ikut membantu yang mungkin nilainyan tidak seberapa, namun sebuah perhatian yang kami berikan dari pemerintah daerah,’’ katanya. Wabup Riduwan juga berharap semua bersinergi dalam menyukseskan ritual adat ini yang akan dilaksanakan 16 November 2022. (ulo/tho)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…