“Hal ini sangat penting untuk dilakukan guna mencegah penyebaran rabies yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan di Papua Selatan. Dan diharapkan ke depan mereka juga dapat menjadi agen perubahan bagi diri mereka sendiri serta keluarga dengan tidak membawa hewan pembawa rabies masuk ke Papua Selatan, karena virus rabies sangat berbahaya jika tertular dan berakibat fatal terhadap manusia,” katanya, Kamis (6/11).
drh. Linda menambahkan bahwa pengetahuan tentang tindakan yang harus dilakukan ketika terkena gigitan hewan pembawa rabies sangat penting. “Jika terkena gigitan hewan yang berpotensi membawa rabies, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu segera hubungi tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. membacakan amanat tertulis yang memberikan…
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…