Categories: MERAUKE

MRP Papsel Sayangkan Ketidakhadiran PT BIA

MERAUKE– Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan yang membidangi Kelompok Kerja (Pokja) Adat Nikolaus Tefo Mahuze menyayangkan ketidakhadiran PT Bio Inti Agrindo (BIA) dalam pembahasan sengketa Tanah Adat Marga Mahuze dalam pertemuan resmi yang dilakukan oleh MRP Papua Selatan di Sunny Day Hotel Merauke, Senin (6/10).

‘’Kita sangat sayangkan disini karena pihak penanggungjawab dalam hal ini PT. BIA selaku investor tidak hadir,’’ kata Nikolaus Tefo Mahuze didampingi Wakil Ketua I MRP Pokja Perempuan Antoneta Mokom Metemko saat memimpin pertemuan tersebut.

Hal ini, karena upaya penyelesaian atas tuntutan dari pemilik hak ulayat tersebut tidak dapat dituntaskan karena ketidakhadiran dari pihak perusahaan.
Pertemuan ini sendiri dihadiri masyarakat Marga Mahuze sebagai pemilik hak ulayat, Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Merauke serta anggota MRP Papua Selatan dari 3 pokja yakni adat, perempuan dan agama.

Marga Mahuze merasa dirugikan karena jalan koridor menuju HGU yang didibangun perusahaan di Ulilin selama kurang lebih 15 tahun dianggap tidak menghargai pemilik tanah.

Dalam pertemuan itu, anggota MRP Papua Selatan meminta pemerintah untuk mengawal setiap investasi yang masuk ke Merauke sehingga tidak merugikan pemilik hak ulayat.

‘’Tidak boleh dilepas begitu saja, tapi harus dikawal. Jangan sampai dilepas begitu saja, sehingga merugikan pemilik hak ulayat,’’ pinta salah satu anggota MRP.

Pada kesempatan, MRP Papua Selatan sepakat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang melibatkan seluruh pihak terkait untuk turun langsung ke lapangan. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Fokus Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan berdasarkan data sementara yang mereka…

48 minutes ago

Dilaporkan 11 Orang Pendulang Emas Jadi Korban

Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan…

2 hours ago

Polres Jayapura Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari

Polres Jayapura berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menyebabkan…

3 hours ago

Polisi Siap Tindak Tegas Kasus Intimidasi Sopir Taksi Bandara

Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi…

4 hours ago

DPRK Jayapura Minta Pemerintah Tindaklanjuti 35 Rekomendasi

Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan DPRK Kabupaten Jayapura telah menyerahkan sebanyak 35 rekomendasi…

5 hours ago

Guru TK Didorong Jadi Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun

Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…

6 hours ago