Para sopir Angkot saat melakukan pemogokan meminta penyesuaian tarif angkutan kota imbas dari naiknya harga BBM jenis pertalite dari Rp 7.680 menjadi Rp 10.000, kemarin
MERAUKE- Sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Merauke melakukan aksi mogok, Rabu (7/9). Aksi mogok yang dilakukan ini dengan tidak beroperasi. Awalnya, mereka berkumpul di jalan Brawijaya depan SMPN 2 Merauke, kemudian beralih ke Jalan Marthadinata , jalur menuju Bandara Mopah Merauke.
Para sopir Angkot ini mengatakan, aksi mogok yang mereka lakukan ini secara spontan dari para sopir yang berusaha memperjuangkan nasib mereka. ‘’Ini spontan kita lakukan. Jadi tidak ada yang mengkoordinir,’’ kata Hendrik, salah satu sopir taksi tersebut. Karena spontan, maka tidak semua sopir angkot mogok.
Sebagian kecil masih tetap beroperasi. Hendrik mengaku, awalnya memperkirakan yang akan mogok secara sponton ini bderkisar dari 15 sopir angkot tapi ternyata diluar perkiraan. ‘’Ternyata lebih banyak yang ikut dari yang kami perkirakan,’’ jelasnya.
Dikatakan, aksi mogok yang dilakukan ini agar pemerintah khususnya Dinas Perhubungan segera melakukan penyesuaian tarif angkutan umum.Karena para sopir angkot tersebut dengan adanya kenaikan harga BBM saat ini membuat pendapatan semakin merosot, karena sebagian habis untuk membeli kembali BBM.
Jika sebelum pertalite naik, tarif angkot untuk anak sekolah Rp 2.000-3.000 sedangkan untuk orang dewasa Rp 5.000 sekali jalan, maka para sopir tersebut meminta kenaikan menjadi Rp 5.000 untuk anak sekolah. Sedangkan orang dewasa menjadi Rp 7.000-8.000.
‘’Kalau sebelum naik itu masih harga Rp 7.860 perliter tapi sekarang sudah menjadi Rp 10.000 sehingga pendapatan yang kita peroleh semakin kecil,’’ katanya.
Sebelum BBM subsidi naik, jelas Hendrik, pendapatan dalam satu bulannya paling tinggi Rp 1 juta. Namun dengan kenaikan BBM ini jumlah tersebut akan merosot turun. ‘’Ada pemilik mobil yang minta setoran perhari Rp 100.000, ada yang Rp 150.000 dan ada juga yang Rp 100.000. Tergantung kondisi mobilnya,’’ jelasnya. Ini karena para sopir angkot tersebut rata-rata sewa mobil.
Sopir angkot ini juga akan meminta pemerintah untuk menyediakan jalur khusus di SPBU untuk mobil angkot. Ini karena menurut mereka kadang sudah antri berjam-jam, tapi giliran untuk pengisian, BBM Pertalite tersebut habis. Sehingga pihaknya terpaksa harus menunggu hari berikutnya.
‘’Itu terjadi karena masih banyak pengetap-pengetap yang juga ikut antri melakukan pengisian BBM subsidi,’’ jelas salah satu dari sopir angkot tersebut. (ulo/tho)
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…