Categories: MERAUKE

92 Honorer Dokumennya Belum Lengkap

MERAUKE- Dari kuota 600 honorer yang akan diangkat menjadi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Merauke, diketahui masih ada 92 diantaranya yang dokumennya belum lengkap. Sedangkan 502  lainnya sudah dinyatakan lengkap dan siap diproses.

     Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia  Kabupaten Merauke, Urbanus Aleu Kaize, SIP, MAP, kepada wartawan mengungkapkan, 92 honorer tersebut dinyatakan dokumennya belum lengkap dan sementara dalam proses melengkapi.

Mereka  dinyatakan tidak lengkap  karena  ada yang hanya lulusan SMP dan ada juga yang umurnya sudah di atas 35 tahun. Sementara persyaratan untuk diangkat ASN adalah memiliki ijazah minimal  SMA  dan umur sudah lewat  35 tahun.

    ‘’Peraturan sudah berubah. Untuk mengangkat pegawai dengan ijazah di bawah SMA  itu sudah tidak bisa. Sedangkan yang lulusan SMA saja sudah susah. Rata-rata pegangkatan pegawai di Indonesia itu minimal D2  atau sarjana S1,’’ kata Urbanus Kaize kepada wartawan di Gedung Negara, Rabu (6/4).

Begitu  juga  lanjut dia  untuk honorer yang umurnya sudah  di atas 35 tahun,  tidak bisa lagi  diangkat menjadi ASN.  ‘’Jika ada honorer yang umurnya sudah di atas 35 tahun, maka harus  lewat jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Tidak bisa lagi diangkat menjadi ASN,’’ tuturnya.

   Ditanya lebih lanjut, apakah mereka yang  tidak memenuhi ini  akan diganti dengan honorer yang dapat memenuhi persyaratan,  Urbanus Kaize menjelaskan bahwa soal itu menjadi kewenangan bupati. ‘’Tapi kami tidak boleh kehilangan kuota,’’tukasnya.

   Ditambahkan, dari kuota pengangkatan 20.000  honorer di Papua, Kabupaten Merauke mendapat kuota 800 honorer. Artinya setelah kuota pertama 600 honorer tersebut memenuhi syarat untuk diproses, masih ada 200 honorer lainnya yang akan diproses untuk diangkat menjadi SN setelah memenuhi persyaratan. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

9 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

10 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

11 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

12 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

13 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

14 hours ago