

ILUSTRASI
MERAUKE – Warga yang berada di belakang Markas Batalyon D Pelopor Brimob Polda Papua Merauke dikagetkan dengan ditemukannya seseorang pria laki-laki tak bernyawa dalam kamar rumah yang ditempati. Laki-laki yang pada akhirnya diketahui bernama Bahar tersebut mulai membusuk.
Diperkirakan sudah meninggal 2-3 hari saat ditemukan. Jenazah tersebut pertama kalinya ditemukan Bibianus Ossor yang dihubungi oleh Ibu Bernadeta Buyum yang tinggal dalam satu rumah namun beda kamar. Bernade Buyum yang datang dari Bade berobat di Merauke itu mulai curiga karena adanya mau yang mulai tercium sampai ke kamarnya.
‘’Jadi Bernade yang hubungi saya untuk datang lihat di kamar ini, karena dia curiga ada bau yang sampai ke kamarnya,’’ kata Binianus Ossor yang melaporkan penemuan tersebut ke SKPT Polres Merauke. Ketika datang dan mengecek, ternyata benar ada orang dalam kamar tersebut yang mulai membusuk.
Sementara itu, Dino yang tinggal satu dalam rumah tersebut hanya beda kamar, justru tidak tahu apa yang dialami oleh korban tersebut. Padahal setiap saat dia berinteraksi dengan korban.
‘’Tadi malam saya memang sempat dengar ada suara keluhan dari dalam kamar yang bersangkutan,’’ kata Dino memberi alasan.
Sementara itu, Purwati, tetangga dari korban mengaku bahwa korban sekitar 3 hari tidak terlihat keluar rumah. Padahal, hampir setiap hari datang di kiosnya membeli kue dan sayur. ‘’Dia memang sakit pada kakinya,’’ katanya.
Bahkan, lanjut Purwati, pernah tidak telihat selama 1 minggu. Ternyata yang bersangkutan berada di RSUD Merauke. ‘’Kalau tidak salah dia juga ada sakit asma,’’ terangnya.
Korban bersama Dino di rumah tersebut untuk menjaga rumah itu. Karena pemiliknya tinggal di Mappi.
‘’Almarhum sudah lama tinggal di situ. Sebelum Covid, dia sudah tinggal di rumah itu dan katanya dia tidak punya keluarga di Merauke. Dia sebelumnya sebagai nelayan di Kumbe sebelum tinggal di rumah tersebut,’’ jelas Purwati.
Sementara itu, Unit Identifikasi Reskrim Polres Merauke setelah mendapat informasi langsung mendatangi TKP dan bersama dengan petugas RSUD Merauke membawa jenazah tersebut ke kamar mayat untuk visum selanjutnya dimandikan untuk dimakamkan. (ulo)
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…