‘’Kalau pinjam uang dengan bunga tinggi begitu, uang dari mana untuk pakai bayar. Terpaksa, pakai uang dana kampung untuk bayar. Ini yang bikin tiang-tiang rumah di kampung berdiri tapi tidak ada atap. Ini bikin rumah tapi tidak ada jendela dan pintu.
Sekali lagi tidak boleh lafi ambil-ambil pinjaman. Kalau ada yang masih tetap ambil pinjaman, maka tanggung jawab sendiri, karena dana kampung tidak dipakai untuk bayar utang atau pinjaman,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…
Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman…
Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bertahan dan ikut merajut masa depan anak-anak di…
Aksi ini banyak muncul di media sosial mengingat para mahasiswa yang terlibat nampaknya telah siap…
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…