Categories: MERAUKE

Waspada, Kasus DBD di Asmat Masih Fluktuaktif

AGATS_Bupati Asmat Eliza Kambu mengakui wabah Demam Berdarah Dengue yang terjadi di Agats ibu kota Kabupaten Asmat, meski masih fluktuatif angka kasus penderitanya, namun secara umum bisa mulai terkendali. Secara kumulatif, data kasus DBD sejak satu bulan terakhir ini sekitar 104 kasus.

“Puncak kasus itu meningkat, pada minggu kedua bulan Juli lalu, tapi trendnya masih berfluktuasi, kadang naik dan kadang turun,”ungkap Bupati Eliza Kambu saat ditanya Cenderawasih Pos terkait perkembangan penangangan DBD di Agats, Selasa (2/8) kemarin.

Menurut Bupati Eliza, minggu lalu kasus DBD sempat naik sebanyak 6 kasus. Namun setelah ditelusuri, penyampaian data ini terlambat. Hal ini disebabkan karena informasi dari Puskesmas di Agats yang tertahan, dan baru bisa dilaporkan pekan kemarin.

Mengingat kasus DBD ini belum benar-benar hilang, maka berbagai upayua penanggulangan sudah dilakukan, terutama dengan melakukan fogging atau pengasapan di sekitar warga yang ditemukan terinfeksi Demam Berdarah Dengue ini. Selain itu, juga dilaukan penaburan obat anti jentik nyamuk di sejumlah bak penampungan air hujan milik masyarakat.

Diakui untuk menerapkan 3 M, mengubur, menguras, menutup dan mengubur di wilayah Asmat ini memang agak susah. Sebab, sebagian besar masyarakat mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, otomatis setiap rumah punya penampungan air hujan. Namun warga diminta tetap memperhatikan kebersihannya.

“Kita sudah mulai melakukan pendataan daerah mana saja yang terpapar, tempat-tempat penampungan itu untuk dilakukan pencegahan berkembangbiaknya jentik nyamuk,”ujar Eliza Kambu yang mengaku hujan masih sering terjadi di Asmat.

Upaya penanganan kasus DBD ini juga sudah dilakukan dengan mengambil langkah-langkah sesuai SOP penanganan DBD. Bahkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua juga sudah turun membantu melakukan fogging dengan radius 100 meter dari penderita terkonfirmasi DBD dan upaya pencegahan dengan penaburan obat anti jentik nyamuk kepada masyarakat.

“Kasus DBD hanya ditemukan di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat saja, sempat ada satu kasus DBD di Puskesmas Towor, namun sudah bisa ditangani,”ujar Elisa Kambu yang mengaku hingga saat ini dilaporkan hanya satu orang yang meninggal akibat DBD ini. (tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

2 days ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

2 days ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

2 days ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

2 days ago