Menurutnya, proses penetasan menggunakan inkubator dilakukan untuk menjaga suhu dan kelembapan yang dibutuhkan hingga telur menetas. Setelah menetas, burung-burung tersebut selanjutnya akan mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
‘’Sebenarnya untuk menetaskan telur ini menjadi tangungjawab dari KSDA Merauke. Hanya saja, mereka tidak punya incubator, sehingga kita yang tangani,’’ jelasnya.
Namun dari 115 butir yang dimasukan dalam inkubator tersebut, tidak menetas sekaligus. Tapi bervariasi. Ada yang dua butir, 3 butir.
‘’Idealnya kalau telur misalnya ayam itu 21 hari sejak dierami. Tapi untuk telur-telur ini kita tidak tahu sudah berapa lama, sehingga ketika kita masukan dalam incubator, menetasnya tidak sekaligus,’’ jelasnya. Bahkan, kemungkinan ada yang tidak menetas. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…