

Para mahasiswa mengikuti sosialisasi dari Bawaslu Papua Selatan dalam rangka partisipatif pengawasan Pemilukada, Jumat (30/8) kemarin.(foto: Sulo/cepos)
MERAUKE – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Selatan Marman mengajak para mahasiswa yang ada di Merauke untuk turut berpartisipasi ikut mengawasi jalannya pemilukada serentak di Provinsi Papua Selatan. Ajakan ini disampaikan Marman dihadapan sekitar 200-an mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmus Merauke, Jumat (30/8) kemarin.
‘’Tujuan kegiatan ini pertama untuk mendekatkan antara penyelengara pemilu terutama Bawaslu dengan pihak kampus sekaligus memberikan pembelajaran politik kepada mahasiswa dan bagaimana berpartisipatif dalam mengawasi jalannya pemilukada serentak yang tahapannya sedang dilaksanakan saat ini,’’ kata Marman.
Marman mengakui bahwa partisipasi mahasiswa dalam Pileg dan Pilpres serentak yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu masih sangat kurang. Padahal, sebagai mahasiswa dan sebagai kelompok milenial, mereka seharusnya lebih kritis.
‘’Karena keterlibatan mereka itu masih sangat kurang sehingga kita ajak mereka mari untuk kita sama-sama turut serta mengawasi jalannya Pemilukada serentak ini. jika ada penemukan pelanggaran, maka silakan segera laporkan kepada penyelenggara dalam hal ini Bawaslu,’’ katanya.
Marman menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif tersebut, karena personel Bawaslu sendiri sangat terbatas dalam melakukan pengawasan terjadinya berbagai pelangaran Pemilukada serentak di 2024. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…