‘’Sementara untuk rumah yang disubsidi pemerintah, sekarang kalau dengan cash sekitar Rp 240 juta perunit. Kalau cicilan jangka waktu 20 tahun, naka tiap bulannya akan membayar sekitar Rp 1,5 juta dan itu dari nol bulan sampai 20 tahun kedepan cicilan tetap Rp 1,5 juta tapi dalam jangka 20 tahun kemudian, rumah sudah menjadi milik pribadi,’’ katanya.
Namun tambah dia, kembali ke pihak perbankan, apakah warga yang memiliki pekerjaan serabutan bisa mendapatkan rumah subsidi dair pemerintah tersebut.
‘’Sebenarnya, pemerintah sudah memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa mendapatkan rumah subsidi. Tapi sekali lagi, soal lolos admnisIrasi di bank atau tidak, itu ranah perbankan,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…
Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…
Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…