‘’Sementara untuk rumah yang disubsidi pemerintah, sekarang kalau dengan cash sekitar Rp 240 juta perunit. Kalau cicilan jangka waktu 20 tahun, naka tiap bulannya akan membayar sekitar Rp 1,5 juta dan itu dari nol bulan sampai 20 tahun kedepan cicilan tetap Rp 1,5 juta tapi dalam jangka 20 tahun kemudian, rumah sudah menjadi milik pribadi,’’ katanya.
Namun tambah dia, kembali ke pihak perbankan, apakah warga yang memiliki pekerjaan serabutan bisa mendapatkan rumah subsidi dair pemerintah tersebut.
‘’Sebenarnya, pemerintah sudah memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa mendapatkan rumah subsidi. Tapi sekali lagi, soal lolos admnisIrasi di bank atau tidak, itu ranah perbankan,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…