

Polisi saat membawa ET, pengunjung yang mencoba menyelundupkan ganja ke dalam Lapas Merauke, Jumat (28/4). (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Seorang pria bernisial ET(22) harus berurusan dengan pihak berwajib karena nekat membawa ganja ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke. Ia langsung diamankan oleh Petugas Lapas saat diketahui membawa ganja 3 bungkus kecil yang disembunyikan dalam bungkusan makanan yang ia bawakan ke seorang tahanan yang dititipkan di dalam Lapas Merauke, Jumat (28/4) sekitar pukul 15.25 WIT.
Kalapas Merauke, Lukas Laksana Frans saat memberikan keterangan mengungkapkan, pengunjung bernisial ET tersebut datang membawakan makanan untuk Nelson Mandela yang saat ini sementara dititipkan dalam Lapas Merauke.
Nelson Mandela saat ini masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Merauke terkait kasus Narkoba jenis ganja. Ia ditangkap Polres Boven Digoel karena mengedarkan ganja. Saat membawa bungksan makanan dalam plastik tersebut, lanjut Kalapas, kemudian ditemukan bungkusan kecil dalam makanan tersebut. ‘’Ketika bungkusan itu diperiksa menyerupai ganja,’’ tandas Kalapas.
ET sendiri mengaku, bungkusan tersebut merupakan ganja asal PNG yang dibawa dari Boven Digoel. Antara pelaku dengan Nelson Mandela melakukan komunikasi lewat Handphone. Karena itu, petugas Lapas Merauke langsung mengamankan handpohone milik ET dan langsung melakukan penggeledahan di kamar tempat Nelson Mandela dan berhasil ditemukan sebuah HP adroid milik tahanan Narkoba tersebut.
‘’Pengakuannya (Nelson Mandela,red) jika HP ini dibeli dari temannya di dalam yang sudah bebas dan ini akan membuat kita lebih ketat melakukan penggeledahan di kamar-kamar dan pengawasan di dalam Lapas,’’ terangnya.
Setelah dibuatkan berita acara, Kalapas Lukas Laksana Frans kemudian menyerahkan pelaku bersama barang bukti kepada Polres Merauke melalui petugas Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Merauke. ‘’Untuk penyelidikan lebih lanjut menjadi kewenangan dari kepolisian. Termasuk status Nelson Mandela yang saat ini masih dalam proses di pengadilan,’’ tandasnya.(ulo/tho)
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…