Namun perantau asal Fakfak itu juga tidak memiliki pekerjaan sehingga keberadaan dari Faris menjadi beban. ‘’Saya dibawa ke sana, tapi dia juga tidak kerja, sehingga saya menjadi beban dia,’’ lanjutnya.
Selanjutnya, warga asal Fakfak tersebut melaporkan Dinas Sosial Kalimantan. “Nah, dari Dinas Sosial Kalimantan itu yang menghubungi kami, kalau ada orang Merauke yang sudah 15 tahun terlunta-lunta di sana. Lalu saya laporkan dan Pak Bupati membantu untuk memulangkan dia,’’ kata Plt Kepala Dinas Sosial Juliana K. Kahol.
Aloysia, kakak dari Faris mengaku selama adiknya tersebut berangkat ke Kalimantan hubungan komunikasi terputus. Bahkan keluarganya mengira saudara laki-lakinya itu sudah meninggal dunia. ’Karena tidak ada komunikasi sama sekali, kami pikir dia sudah meninggal,’’ kata Aloysia. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…