

Bupati Keerom Piter Gusbager menanam padi bersama anggota TNI di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, Sabtu (24/1). (foto:Istimewa)
JAYAPURA – Bupati Keerom, Piter Gusbager terus berupaya menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua. Hal itu ditandai dengan penanaman padi perdana program CSR seluas 210 hektar yang dilakukan di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, Sabtu (24/1).
Program CSR seluas 210 hektar ini tersebar di beberapa kampung yang ada di Distrik Skanto dan Distrik Arso Barat. Kampung Ifia-fia Distrik Arso Barat seluas 60 hektar, Kampung Jaifuri Distrik Skanto 80 hektar, Kampung Wulukubun Distrik Skanto 20 hektar, kampung Intaimelyan Distrik Skanto 20 hektar, kampung Arsopura Distrik Skanto 20 hektar, dan Kampung saefen 42 seluas 10 hektar.
Bupati Gusbager menjelaskan bahwa di tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Keerom menyiapkan program cetak sawah seluas 2.120 hektar. Untuk itu Piter Gusbager berharap program CSR seluas 210 hektar ini bisa berjalan lancar agar selanjutnya dapat membuka lagi CSR seluas 2.120 hektar di tahun 2026. “Di tahun 2026 ini kita juga akan melanjutkan membuka 2.120 hektar,” ungkapnya.
Bupati 2 periode itu komitmen ingin menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan melalui komoditas palawija baik padi, jagung, ubi-ubian dan tanaman lokal lainnya termasuk sagu. “Visi besar kita ialah Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua,” ujarnya. Ia menyebutkan Keerom harus bisa menjadi swasembada pangan karena ketahan pangan hari ini menjadi prioritas pembangunan nasional.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…