

Bupati Keerom, Piter Gusbager saat berbincang dengan warga di pingir sungai Bias pekan lalu. (foto:Erianto / Cepos)
Menjelajahi Batas dan Membawa Harapan
KEEROM – Kunjungan kerja Bupati Keerom, Piter Gusbager, ke Kampung Niliti, Distrik Towe, pekan lalu, tidak hanya melelahkan tetapi juga mencatat sejarah. Piter Gusbager menjadi bupati pertama yang menginjakkan kaki di kampung terpencil yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Perjalanan menuju Kampung Niliti ditempuh dengan cara yang menantang. Bupati Gusbager dan rombongan menggunakan perahu panjang dari Kampung Bias, menyusuri sungai Bias selama kurang lebih 8 jam.
Rombongan menggunakan empat perahu, dengan tiga perahu khusus mengangkut bantuan. Setiap perahu hanya memuat enam penumpang. Sepanjang perjalanan, Bupati Gusbager beberapa kali menepi untuk beristirahat. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang nomor satu di Keerom itu untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Pertemuan ini menjadi momen langka bagi masyarakat Kampung Niliti yang ikut mendampingi Bupati Gusbager dalam perjalanan. “Kami ketemu Bapak Bupati di kali, dan ini pertama kali ketemu,” ungkap Markus, salah satu pemuda Kampung Niliti.
Page: 1 2
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…
Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…