

Ketua DAK Keerom, Laurens Borotian didampingi DPMA, Nickolaus Uriager dan Ketua Dewan Adat Wilayah Skanto, Didimus Werare menunjukkan SK PAW Dewan Adat Papua disesi jumpa pers di Jayapura, Minggu (21/9). (foto:mustakim/cepos)
KEEROM -Polemik internal Dewan Adat Kabupaten (DAK) Keerom kembali mencuat setelah Jack Mekawa, Anggota DPRK Kabupaten Keerom, beberapa hari terakhir mengeluarkan pernyataan mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua DAK Keerom.
Ketua DAK Keerom yang sah, Laurens Borotian, menegaskan bahwa sikap Jack Mekawa tersebut sangat keliru. Ia menilai, tindakan itu telah mencederai marwah Dewan Adat karena Jack Mekawa secara resmi sudah tidak lagi menjadi bagian dari DAK sejak mencalonkan diri sebagai anggota DPRK jalur pengangkatan.
“Apa yang dilakukan saudara Jack Mekawa ini merupakan kesalahan besar, karena beliau berbicara bukan pada posisinya. Beliau sudah bukan lagi Ketua DAK Keerom,” tegas Laurens Borotian saat temui Cenderawasih Pos di Jayapura, Minggu (21/9).
Laurens menjelaskan, sejak Jack Mekawa resmi menjadi anggota DPRK Keerom, maka secara otomatis ia harus mengundurkan diri dari keanggotaan DAK sesuai aturan yang berlaku.
Atas kekosongan jabatan itu, Dewan Adat Papua telah mengeluarkan Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Nomor: 002/C1/SK-DAP/VI/2025, yang menetapkan Laurens Borotian sebagai Ketua DAK Keerom pada 27 Juni 2025. “Dengan dasar SK PAW tersebut, saya menegaskan jangan lagi suara DAK diperalat untuk kepentingan yang bukan ranahnya,” lanjut Laurens.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…