

Ketua DAK Keerom, Laurens Borotian saat memberikan keterangan kepada awak media di Kampung Walay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Sabtu (19/7). Foto: Erianto / Cepos
KEEROM – Ketua Dewan Adat (DAK) Kabupaten Keerom, Laurens Borotian mengatakan bahwa dirinya akan berupaya menyelesaikan pembagian wilayah adat di Kabupaten Keerom.
Laurens yang baru saja menerima SK Ketua DAK Kabupaten Keerom itu menyebutkan bahwa selama ini, masyarakat adat masih dibingungkan terkait batas wilayah mereka.
Sehingga sebagai Ketua DAK Keerom yang baru, ia akan berusaha menyelesaikan masalah ini.
“Pembagian wilayah adat ini terjadi di seluruh wilayah adat Keerom. Saya barus saja terima SK dan saya akan segera bahas soal ini (batas wilayah adat),” ungkap Laurens kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (19/7).
Namun kata Laurens, dirinya akan lebih dilu melakukan pembinaan serta pembentukan struktur dari Kabupaten hingga ke kampung-kampung.
“Langkah pertama itu melakukan pembenahan dulu dengan dewan suku yang ada. Termasuk struktur organisasi dari kabupaten sampe ke kampung-kampung dan ini kita tidak main-main,” ujarnya.
“Setelah melakukan pembinaan kita mulai dengan pembahasan batas tanah. Tapi kembali lagi, semua ini bisa kita lakukan jika didukung dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (eri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…
Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…