Categories: KEEROM

Calon PAW Wakil Bupati Sarmi Harus Mewakili 5 Adat

Ketua LMA Sarmi, Zakarias Sakweray (kanan) didampingi Ketua Dewan Adat Sarmi, Yehezkiel Jemjeman (kiri) dan Anggota MRP Papua, Yakonias Wabror (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (17/6). ( FOTO: Erik/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Sarmi, Zakarias Sakweray mengatakan, LMA, dewan adat dan masyarakat menyarankan agar bakal calon Wakil Bupati Sarmi harus mewakili 5 suku adat yang ada di Kabupaten Sarmi.

   Apalagi menurut Zakarias, saat ini mereka telah mengusulkan 5 nama untuk mewakili 5 adat di Kabupaten Sarmi. Hanya saja Bupati Sarmi sendiri hanya mengusulkan 2 nama kepada Pansus DPRD Sarmi dan 2 nama tersebut hanya mewakili satu suku adat Sarmi.

  “Kami sangat kecewa. Bupati tidak mengakomodir aspirasi masyarakat untuk posisi wakil bupati. Oleh sebab itu kami datang ketemu dengan MRP perwakilan masyakat adat Sarmi. Kami konsultasi untuk kami bisa buka panitia penerimaan calon wakil bupati, periode PAW,” ungkap Zakarias kepada Cenderawasih Pos di Kota Jayapura, Rabu (17/6).

   “Kami dengar saudara bupati mengusulkan nama yang di luar apa yang kami usulkan, Bupati kan maju dari independen, kami masyarakat mengusulkan dia. Kami minta supaya wakil PAW ini harus betul-betul anak Sarmi, yang nanti diseleksi oleh adat. Kami akan buka panitia seleksi penerimaan wakil bupati di Kabupaten Sarmi,” sambungnya.

   Ditempat yang sama, Ketua Dewan Adat Sarmi Yehezkiel Jemjeman menilai dari awal bupati tidak membuka ruang dengan dewan adat dan LMA Sarmi untuk menerima saran atau pendapat bakal calon yang mau diusulkan.

  “Bakal calon yang disampaikan saat ini kami tidak terima. Harusnya ada keterbukaan. Artinya kami memawadahi masyarakat kecil, khususnya masyarakat adat Sarmi. Kami dewan adat dan LMA berharap bupati membuka ruang kepada kami dan apa yang kami sampaikan bisa diteruskan ke DPRD,” ujarnya.

  Sementara itu, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Adat Yakonias Wabror utusan Sarmi dan Mamberamo Raya merespon apa yang disampaikan dari dewan adat Sarmi dan LMA Sarmi. “Saya berharap bupati Sarmi untuk bisa membuat kebersamaan, pikiran untuk mengakomodir apa yang diinginkan oleh LMA dan dewan adat, tentunya tidak lepas dari 5 suku, adalah Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa,” ujar Wabror. (eri/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

14 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

15 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

16 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

17 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

18 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

22 hours ago