“Bagi Orang Asli Papua (OAP) yang tidak lulus, ini dikarenakan nilai mereka berada di bawah peringkat terbaik yang diharapkan. Sementara bagi Non-OAP, ketidaklulusan disebabkan nilai mereka berada di bawah ambang batas (passing grade) yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Bupati Gusbager berharap kepada yang belum lulus tidak kecewa dan tetap semangat dan optimis. Sebab kabar baik juga datang bagi mereka yang belum berhasil.
Pemkab Keerom di bawah kepemimpinan PG-Daud akan kembali mengusulkan formasi tambahan kepada Pemerintah Pusat. Usulan ini rencananya akan disampaikan pada akhir Oktober atau awal November mendatang. “Kami prioritaskan mereka yang belum lulus, baik anak Keerom OAP maupun non-OAP,” ucapnya.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi. Dirinya mempersilakan penyampaian pendapat dilakukan dengan cara yang santun, dan Pemkab Keerom sangat menghormati hal tersebut. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…
Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…