“Bagi Orang Asli Papua (OAP) yang tidak lulus, ini dikarenakan nilai mereka berada di bawah peringkat terbaik yang diharapkan. Sementara bagi Non-OAP, ketidaklulusan disebabkan nilai mereka berada di bawah ambang batas (passing grade) yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Bupati Gusbager berharap kepada yang belum lulus tidak kecewa dan tetap semangat dan optimis. Sebab kabar baik juga datang bagi mereka yang belum berhasil.
Pemkab Keerom di bawah kepemimpinan PG-Daud akan kembali mengusulkan formasi tambahan kepada Pemerintah Pusat. Usulan ini rencananya akan disampaikan pada akhir Oktober atau awal November mendatang. “Kami prioritaskan mereka yang belum lulus, baik anak Keerom OAP maupun non-OAP,” ucapnya.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi. Dirinya mempersilakan penyampaian pendapat dilakukan dengan cara yang santun, dan Pemkab Keerom sangat menghormati hal tersebut. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…