

JAYAPURA-Tas berisi senjata dan peluru dan uang tunai Rp 1 juta milik Kasatreskrim Polres Keerom, dikabarkan hilang dicuri pada Jumat (3/7) lalau. Personel gabungan Polda Papua dan Polres Keerom langsung melakukan penangkapan terhadap seorang pemuda dengan inisial YRK (22), yang diduga sebagai pelaku. Hanya saja, dari hasil pemeriksaan, polisi juga belum bisa menemukan barang bukti yang dicuri.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengungkapkanb ahwa pelaku diamankan pada Sabtu (4/7) di Dusun Yakun, Kampung Kwimi, Kabupaten Keerom. Yang bersangkutan saat ini telah diamankan di Mapolres Keerom guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menangkap YRK, berdasarkan hasil penyelidikan dan analisa dari CCTV Hotel Arso Grande dan Bank Mandiri di dekat tempat tinggal Kasatreskrim. Serta adanya kecocokan sidik jari di TKP, sehingga tim gabungan berhasil mengetahui identitas pelaku pencurian.
Kamal menegaskan, dalam penangkapan terhadap terduga pelaku tidak ada penculikan seperti yang diberitakan di salah satu media online. “Yang benar adalah penangkapan terhadap pelaku pencurian dengan inisial YRK yang dari keterangan saksi dan penyelidikan personel gabungan di lapangan, pelaku tersebut benar merupakan pelaku pencurian tas milik Kasat Reskrim Polres Keerom,” beber Kamal terhadap wartawan di Mapolda Papua, Selasa (7/7).
Dikatakan, pelaku YRK sendiri merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah Kabupaten Keerom. Saat ini pelaku YRK dalam pemeriksaan intensif oleh Penyidik Polres Keerom.
Kamal menerangkan, pencurian tas milik Kasat Reskrim Keerom itu terjadi pada Jumat (3/7). Sekira pukul 05.00 WIT yang berlokasi di rumah kontrakan Kasat Reskrim Polres Keerom, tepatnya di belakang Kantor BPJS, Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.
Akibat kejadian tersebut, 1 unit tas selempang warna hitam berisikan satu unit senjata api HS dan 1 magasen beserta 10 butir peluru inventaris Polres Keerom yang dipinjampakaikan Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu Bertu Haridika diambil oleh pelaku.
Kamal juga menyebut anggota telah melakukan olah TKP mengambil sidik jari pelaku dan mencocokkan dengan sidik jari yang ada di TKP, mengambil rekaman CCTV dan mengirimnya ke Labfor Polda Papua. “Jadi barang bukti berupa senjata api dan uang Rp 1 Juta belum ditemukan,” pungkasnya. (fia/tri)
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…