

JAYAPURA-Bupati Keerom Muhammad Markum yang juga Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Keerom mengungkapkan bahwa 14 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Keerom, dinyatakan sembuh per tanggal 4 Juni 2020. Sementara 4 orang pasien lainnya masih dalam perawatan tim medis.
“Selaku Bupati saya sangat berterima kasih kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Keerom dan pihak rumah sakit karena tanpa lelah terus bekerja dan tanggap untuk segera mengambil tindakan medis jika diketahui ada masyarakat yang positif Covid-19,” ujar Bupati Markum via telephone selulernya kepada media ini, Kamis (4/6) malam.
Meski diketahui bahwa tingkat kesembuhannya mencapai 90 persen lebih, menurut Markum bukan berarti Kabupaten Keerom sudah bebas Covid-19. Tak menutup kemungkinan akan bertambah jika perilaku masyarakat masih tidak peduli dan cuek terhadap protokol kesehatan.
Oleh karena itu, Bupati Markum meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah. “Saya berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif dan tiga pasien yang masih dirawat bisa segera sembuh,” ucapnya.
Ditambahkan bahwa di Keerom saat ini tercatat ada 605 orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Hal ini harus menjadi perhatian bersama untuk terus mengawasi dan mengambil tindakan cepat jika ada peningkatan status,” tukasnya. (oel/tri)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…