

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori sepakat memperketat wilayah perbatasan antara kedua kabupaten. Kesepakatan itu dipertegas dalam pertemuan antara Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dengan Bupati Supiori Drs. Jules F. Warikar, MM di Guest House Biak, Jumat (29/5) kemarin.
Pertemuan itu dilakukan menindaklanjuti dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Biak Numfor No. 300/277 tentang pembatasan akses keluar masuk lewat darat dan laut wilayah perbatasan kedua kabupaten iu.
Dengan penutupan itu, maka yang diperbolehkan lewat di perbatasan hanya untuk kepentingan kesehatan, keamanan, logistic atau yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat dengan dilengkapi dengan surat tugas atau rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor.
Di depan Bupati Supiori dan jajarannya, Bupati Herry Naap mengatakan, bahwa penutunpan sementara wilayah perbatasan antara Biak – Supiori dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan penyebaran Virus Corona di masyarakat. Pasalnya, kasus positif di masyarakat jumlahnya sudah cukup banyak dan termasuk sudah ada di wilayah di luar kota.
“Langkah penutupan ini dilakukan supaya kita bisa mengendalikan masyarakat, khususnya lagi dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona supaya tidak meluas karena pasien positif terus bertambah jumlahnya,” ujar Herry Naap.
“Biak Numfor dan Supiori itu sama, yang membedakan hanya administrasi pemerintahan saja. Jadi kita harus memiliki pandangan ddan komitmen yang sama dalam menjaga kedua kabupaten ini dari Virus Corona supaya tidak meluas, dan saya harap kita semua mekmalumi serta memahami penutupan perbatasan,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Supiori Jules F. Warikar menyatakan dukungan dan apresiasi yang dilakukan oleh Bupati Biak Numfor dengan bergerak cepat melakukan upaya-upaya pencegahan, termasuk dengan menutup wilayah perbatasan dengan catatan.
“Saya kira apa yang dilakukan Pak Bupati Biak Numfor cukup bagus dan perlu didukung, justru dari sisi kebijakan itu sangat baik untuk masyarakat Supiori. Artinya, masyarakat dapat terkontrol keluar masuk dan sementara tidak perlu lalu lalang, ini cukup baik dan atas nama pemerintah ataupun masyatakat Supiori memberikan dukungan,” ujar Bupati Warikar.
Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu stengah jam itu, dihadiri langsung jajaran pejabat antara kedua pemerintah kabupaten, termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kedua kabupaten juga hadir lengkap. Bahkan Komandan Kodim 1708/BN Letkol. Inf. Ricardo Siregar, SH.,M.Han ikut juga dalam pertemuan itu.(itb/tri)
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…