Categories: BIAK

PT. War Brensendi Alami Kerugian Rp 11 Miliar

BIAK – Direktur Utama. PT. War Besrendi Biak, Hasael Rumabar menyebut perusahaan air bersih di Kota Biak yang di pimpinnya itu mengalami kerugian sebesar 11 miliar rupiah karena 600 pelanggang pada 8 kampung di Distrik Biak Kota menunggak pembayaran.

Akibat dari 600 pelanggang pada 8 kampung menunggak pembayaran air, maka PT. War Bresendi melakukan pemutusan jariangan air bersih yang ada di Kampung Anggraidi – Kampung Karyendi Distrik Biak Kota.

“Rp 11 miliar yang jadi tunggakan oleh 600 pelanggan di 8 kampung merupakan urutan paling terbesar dari pelayanan PDAM Kota Biak sehingga kami lakukan pemutusan pada pipa induk,” ungkap Hasael ketika ditemui wartawan di Biak, Jumat,(28/9).

Kata dia dari 600 Pelanggan yang menunggak, 88 pelanggan diantaranya adalah pelanggang aktif yang juga terkena dampak dari pemutusan pipa induk yang dilakukan.

Pihaknya sudah berupaya untuk mencari solusi bagaimana menyelamatkan 88 pelanggan aktif, tetapi setelah dihitung-hitung biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pelayanan khusus tinggi akhirnya tidak jadi.

Para penunggakan air ini menurut Hasael Rumabar sudah menunggak sejak 2007 silam sampai dengan 2023 ini.

600 penunggak air menurut dia sejak awal memasang air dengan bantuan pemerintah kampung setempat masing-masing sehingga para penunggak berpikir pembayarannya pun dilakukan oleh pemerintah kampung.

Padahal pemerintah kampung menurut pengetahuan dia hanya membantu untuk sambungan awalnya saja sedangkan pembayaran pemakaian merupakan tanggung jawab pelanggang atau masyarakat itu sendiri.

“Akibat pemikiran ini menyebabkan sampai saat ini tidak ada penyelesaian dan menumpuk,”ujarnya.

Pemutusan air menurut dia terbentur dengan persoalan lokasi Parai danTaman Anggrek karena masyarakat mengklaim bahwa lokasi tersebu miliki mereka, sumber air yang di kelola PT. War Bresendir pun miliki mereka sehingga tidak perlu membayar air.

Sampai dengan saat ini PDAM Biak menurut dia memiliki jumlah pelanggang sebanyak 12.000 lebih (ren )

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: BIAKPDAM

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

3 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

3 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

3 days ago