Categories: BIAK

Kapolri: Pembatasan Internet Untuk Hindari Hoax

Kapolri Jenderal Tito Karnavian ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui ada pembatasan jaringan internet di wilayah Papua. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk sementara untuk menghentikan berira hoax yang beredar di masyarakat. Berita hoax tersebut dinilai sebagai pemicu tindakan berlebihan masyarakat karena terpancing dengan banyak informasi yang belum tentu benar.

 “Saat ini kondisi jaringan internet di Papua dibatasi pemerintah, ini sebagai upaya menghentikan berita hoax yang beredar dan menyebabkan masyarakat terpancing tanpa dicross cek terlebih dahulu kebenarannya,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan dalam kerangan pers di VIP STAB Lanud Mahunua Biak, Selasa (27/8) kemarin..

  Dikatakan, salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah terkait maraknya hoax adalah dengan melakukan “slow down” jaringan internet khususnya untuk gambar dan video. Diakui, pembatasan itu memang menimbulkan polemik pro dan kontra di masyarakat, namun antara cipil liberty ( kebebasan sipil)  dan national security (keamanan nasional) harus ada keseimbangan. 

  “Ini bukan hanya di Indonesia, PBB telah mengatur dalam dokumen ICCPR yaitu dokumen paling penting yang menjadi landasan hukum internasional tentang kebebasan hak-hak sipil termasuk kebebasan berekspresi,” tuturnya.

  Dijelaskan, bahwa pada pasal 19 di dokumen tersebut terdapat empat pembatasan yaitu tidak boleh mengganggu ketertiban publik, tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, harus mengindahkan etika dan moral, yang  keempat harus menjaga persatuan dan kesatuan, tidak boleh mengancam keamanan nasional.

  “Maka kalau melihat peristiwa di Manokwari adanya pembakaran dan lain-lain, maka atas nama national security kiya terpaksa harus melakukan pembatasan dengan mengurangi cipil liberty,dan setelah situasi   membaik maka cipil liberty didorong kembali yang lebih lebar,” tandasnya.

  “Kalau saat ini kita lihat masih ada beberapa pihak yang berupaya mengoreng-goreng situasi ini, sehingga kami mohon dipahami situasi  ini demi keamanan kita semua dan keamanan nasional. Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpancing,”lanjutnya.(itb/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

5 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

7 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

9 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

10 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

11 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

12 hours ago