Kata Faizal Salendra, bahan makanan yang digunakan dalam program ini berasal dari pemasok lokal, termasuk dari suplier Maju Makmur untuk kebutuhan beras maupun bumbu-bumbu di Biak serta petani, nelayan, dan peternak di daerah sekitar untuk kebutuhan sayur mayur dan sumber protein hewani.
Menu makanan disusun oleh tim ahli gizi dan bervariasi setiap harinya, mencakup protein, karbohidrat, serta serat dari buah-buahan. Setiap porsi makanan dihargai Rp20.000, dengan perhitungan khusus untuk wilayah Indonesia Timur.
Faizal Salendra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data terkait pangan lokal di Biak Barat dan Biak Timur, khususnya untuk kelompok tani dan nelayan. Saat ini, masih dilakukan perhitungan margin dan potensi kesalahan dalam perencanaan penyediaan porsi makanan per hari.(il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
mantan klubnya itu wajib menyapu bersih 6 laga sisa jika ingin kembali tampil pada kompetisi…
Terkait ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP)…
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Kedua tim sama-sama mempertaruhkan nama daerah masing-masing. Namun Persiker Keerom…
Ia juga meminta para kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan apabila terjadi bencana. Menurutnya,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Kompetisj kasta keempat Tanah Air ini dijadwalkan akan mulai bergulir pada 16 Maret hingga 8…