Categories: BIAK

Pusat, Daerah dan Sektor Swasta Harus Berkolaborasi Bangun Papua

BIAK– Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mengadakan kunjungan kerja di Biak pada Selasa (24/6) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Carter Rumbarar Kapita, Asisten I Fransisco Olla, serta sejumlah pejabat Forkompimda, TNI/Polri, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial lainnya. Yan Mandenas menyampaikan berbagai isu strategis terkait pembangunan Papua, khususnya di wilayah Biak Numfor, serta pentingnya pengembangan sektor-sektor ekonomi yang berkelanjutan.

Yan Mandenas memaparkan perubahan signifikan pasca pemekaran provinsi di Papua yang kini terdiri dari enam provinsi. Menurutnya, alokasi anggaran untuk kabupaten di Papua kini lebih besar daripada yang diberikan kepada provinsi. Hal ini, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di tingkat kabupaten dan mempercepat pemerataan pembangunan di Papua.

Yan Mandenas juga membahas pentingnya pembangunan berdasarkan zona wilayah adat di Papua, yang terbagi menjadi tujuh zona. Namun, saat ini baru enam zona yang terbentuk, dan salah satu zona yang belum terbentuk adalah zona Saireri, yang mencakup Kabupaten Biak Numfor, Waropen, Kepulauan Yapen, Supiori, dan Mamberamo Raya.

Mandenas menekankan bahwa potensi daerah di masing-masing zona, seperti pertambangan, pertanian, perikanan, serta minyak dan gas, harus dimanfaatkan secara optimal dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kesempatan itu, Mandenas juga membahas kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan DPR. Menurutnya, meskipun ada efisiensi pada belanja barang dan belanja modal, anggaran yang lebih besar harus dialokasikan untuk subsidi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti program ketahanan pangan.

Yan Mandenas menegaskan bahwa pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta harus terus berkolaborasi untuk membangun Papua. Hanya dengan kolaborasi yang baik, masalah-masalah pembangunan di Papua, termasuk konektivitas dan ketahanan pangan, dapat diatasi dengan efektif. “Papua memiliki banyak potensi yang belum tergali. Mari kita bekerja bersama untuk mewujudkan kemajuan bagi Papua dan Indonesia secara keseluruhan,” tutupnya. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

22 hours ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

22 hours ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

23 hours ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

23 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

24 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

1 day ago