

Dirjen PSDKP bersama jajaran PSDKP Biak Numfor saat memegang ikan hasil Ilegal Fishing, saat meanngkap kapal asing asal Filipina, belum lama ini. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK – Sebanyak lima ton ikan hasil praktik illegal fishing yang diamankan oleh Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Biak siap dilelang. Lelang ini menjadi babak baru dalam upaya penegakan hukum terhadap penangkapan ikan ilegal sekaligus menjaga nilai ekonomis barang bukti yang mudah rusak.
Kepala Stasiun PSDKP Biak Numfor, Mochamad Erwin, menjelaskan bahwa lelang ini dilakukan untuk mempertahankan nilai ekonomis ikan yang akan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke Kejaksaan.
“Lelang yang kita lakukan ini karena ikan barang yang mudah rusak, kita juga harus mempertahankan nilai ekonomisnya, karena itu bisa untuk PNBP,’ ungkap Erwin saat ditemui di Kantor PSDKP Biak, Jumat (23/5).
Hasil dari lelang itu akan kita serahkan ke Kejaksaan dalam bentuk uang,” terang Mochamad Erwin. Ia menambahkan, setelah proses tahap satu dan tahap dua, termasuk hasil lelang, akan diserahkan ke Kejaksaan sebagai barang bukti.
Diperkirakan total berat ikan yang akan dilelang mencapai 5 ton. Ikan-ikan tersebut saat ini masih diamankan di palka Kapal FB YANREYD-293. Meskipun telah melalui proses uji laboratorium dan dipastikan bebas formalin, tingkat kesegaran ikan tidaklah dalam kondisi terbaik, namun masih layak untuk dikonsumsi.
“Makanya nanti kalau saat lelang kalau mau lihat ikannya bisa dipersilakan,” imbuhnya. Palka kapal lainnya telah diisi air dan es untuk terus menjaga kesegaran ikan-ikan tersebut.
Page: 1 2
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…