Categories: BIAK

JWW: Provinsi Tabi Lahir, Ibukota Papua Pindah Wamena

Jhon Wempi Wetipo , SH,MH (FOTO : Denny/Cepos)

WAMENA-Adanya deklarasi Provinsi Tabi yang digagas sejumlah kepala daerah di wilayah Tabi, memunculkan penilaian bila  Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut terbentuk, maka ibu kota Provinsi Papua sudah tidak diinginkan lagi di Jayapura. Oleh karena itu tokoh intelektual dan juga pembina Politik Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo, pemerintah pusat lebih baik merevisi undang -undang untuk memindahkan ibukota Papua ke Wamena.

   “Kita di daerah pegunungan ini tidak meminta pemekaran, namun kalau ada deklarasi pembentukan Provinsi Tabi, maka kita juga akan berjuang untuk meminta Pemerintah Pusat untuk merevisi undang -undang untuk memindahkan Ibukota Provinsi Papua ke Wamena,”ungkapnya Sabtu (21/9) kemarin.

  Baginya, ini merupakan  satu hal yang menarik, namun bisa dikatakan aneh tapi nyata. Untuk keanehannya Provinsi Papua ada di wilayah Tabi, artinya para pemimpin di Tabi  tidak menginginkan Provinsi Papua ini tetap berada di wilayah Tabi.  

  “Biar Provinsi Papua yang lama ini berikan ke Wamena, agar kami yang mengurus, kalau Provinsi Papua di Wamena itu sangat pas, karena orang bilang Wamena adalah jantungnya Papua, wajar kalau Provinsi Papua yang lama ini dipindahkan ke Wamena bisa Wamena yang mengurus,”Jelas Wetipo.   

  Menurutnya, wacana ini sebenarnya simpel saja, karena pengunungan tengah Papua tak perlu lagi mengurus pemekaran wilayah, cukup hanya melakukan revisi undang -undang, Ibukota Provinsi Papua yang ada di Jayapura diubah menjadi Wamena, itu saja sudah cukup.

  “Dalam kesempatan ini, saya ingin sampaikan selamat berjuang kepada tim pemekaran Provinsi Tabi dan kami juga akan memperjuangkan pemindahan Ibukota Provinsi Papua ke Jayawijaya,”tegas Wetipo.

  Mantan Bupati Jayawijaya dua periode ini menilai jika  masalah ini sebenarnya bukan membagi -bagi kekuasaan. Para pemimpin ini sebenarnya harus berjuang agar Papua satu, tapi kalau mereka sudah mendeklarasikan kiri -kanan maka apa yang mau dibuat lagi.

  “Jangan Jadikan Papua ini diibaratkan bayi yang dilahirkan tetapi tidak diinginkan, kalau memang tidak diinginkan maka mari berikan kepada kita yang mengurus,  dan tidak perlu lagi ada pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Papua, tetapi hanya pengakuan dan merevisi undang -undangnya saja ke Wamena,” ujar Wempi Wetipo.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Sambut Musim Baru, Manajemen Persipura Temui Rahmad Darmawan

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan pelatih yang akrab…

7 hours ago

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

8 hours ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

8 hours ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

9 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

10 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

11 hours ago