Categories: BIAK

Dana KPS Tidak Jelas, Direktur RSUD Kelimpungan

dr Andreas Pekey, SpPD ( FOTO: Dok. Pribadi)

JAYAPURA-Dana Kartu Papua Sehat (KPS) yang tak kunjung ada kejelasan kapan ditransfer hingga saat ini, membuat sejumlah Direktur RSUD yang ada di Papua menjadi kelimpungan. Sebab dana ini diharapkan bisa digunakan untuk  menutupi biaya operasional dalam melayani pasien-pasien orang asli Papua selama ini. Terutama untuk membeli obat-obatan, bahan habis pakai, reagen dan lain sebagainya. 

   Tak kunjung jelasnya  transfer dana Kartu Papua Sehat  hingga  hari ke-20 bulan Januari 2021 kemarin, tentu membuat Direktur RSUD se-Papua menjadi bertanya-tanya. Hal ini, juga menjadi pembahasan tersendiri dalam forum Grup WA Direktur RSUD se-Papua, yang mempertanyakannya. Diantaranya dari Direktur RSUD Nabire, Biak, Supiori, Jayawijaya, Boven Digoel, Jayapura, Merauke dan yang lainnya. 

  Menurut Direktur RSUD Nabire dr Andreas Pekey, SpPD, berdasarkan Pergub no 188.4/378/ Tahun 2020 tentang Belanja bantuan keuangan kepada RSUD penyelenggara KPS tahun anggaran 2020, maka seharusnya beberapa RS  mendapat transfer dana tersebut. 

   Dari keterangan yang telah dihimpunnya, lanjut dr Andreas, bahwa RS telah melayani pasien-pasien orang Papua Asli sejak Januari hingga Desember 2020 dengan mengutang obat, bahan habis pakai, reagen dan lain sebagainya. Para direktur RSUD ini berharap, kebutuhan tersebut  akan dibayar dengan dana KPS tahun 2020. 

  Namun hingga awal 2021 belum juga ada kejelasan. Dampaknya, ketidakpercayaan pihak penyedia obat dan bahan lainnya kepada RS berkurang. Hal ini ini juga menyebabkan ketersediaan obat dan lainnya berkurang, otomatis pelayanan terganggu. “Kami berbicara bukan karena belum melayani, tetapi karena kami sudah melayani selama setahun, yaitu tahun 2020,” terang dokter Andreas Pekey Sp.PD kepada Cenderawasih Pos, Rabu (20/1) tadi malam. 

   Para Direktur memohon agar dapat ber-audience dengan pimpinan daerah di provinsi guna mendengar langsung aspirasi dari kami yang langsung berhadapan dengan masyarakat di rumah sakit.”Kami berharap ada kejelasan terkait hal itu (transfer dana KPS.red),”pungkasnya. (tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

56 minutes ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

1 hour ago

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

2 hours ago

Ratusan Warga Sambut Kunjungan Gubernur Apolo Safanpo di Warse dengan Perahu Tradisional

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…

3 hours ago

Gubernur Berharap Asrama SMAK Asmat Jadi Tempat Pendidikan Budi Pekerti

Gubernur  Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…

4 hours ago

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

5 hours ago