Categories: BIAK

Giliran 258 Warga Biak dari Manokwari Dipulangkan

Warga Biak yang sempat tertahan di Manokwari  akibat lockdown dan telah dipulangkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor ketika tiba di Pelabuhan Mokmer, Selasa (16/6) kemarin. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Warga Biak Numfor yang berangkat dari Manokwari menggunakan KM Kasuari Pasifik IV kembali tiba di Pelabuhan Mokmer, Selasa (16/6) lagi. Secara keseluruhan jumlah warga Biak Numfor yang diangkut dari Manokwari kali ini sebanyak 258 orang ( sudah termasuk 17 warga Kabupaten Supiori). 

   Sebelumnya dengan kapal yang sama juga telah dipulangkan dan sudah tiba lebih awal sebanyak 211 warga Biak tertahan di Manokwari. Dengan demikian, maka secara keseluruhan sudah ada 469 warga Biak yang tertahan di Manokwari akibat lockdown sebagai dampak Covid-19, telah tiba di Kabupaten Biak Numfor. Kedatangan warga Biak Numfor yang tertahan di Manokwari difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. 

    “Jadi warga yang diangkut dengan menggunakan KM Kasuari Pasifik IV dari Manokwari sudah tiba, jumlahnya 258 orang, sudah termasuk 17 warga Supiori. Nah, kapal ini akan kembali ke Manokwari satu kali untuk mengangkut warga Biak Numfor yang masih ada. Jadi untuk mengangkut warga Biak dari Manokwari dilakukan tiga kali, tinggal satu kali dan malam nanti (tadi malam) kembali akan berangkat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Biak Numfor Franssisco Olla, S.Sos kepada Cenderawasih Pos, Selasa (16/6) kemarin. 

   KM. Kasuari Pasifik IV yang digunakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menjemput warga di Manokwari juga mengangkut langsung penumpang yang ingin kembali ke Numfor, dan selanjutnya warga yang akan kembali ke Manokwari.

  “Jadi kapal ini berangkat dari Pelabuhan Mokmer, warga Manokwari yang ingin pulang ke sana kami juga angkut, termasuk ke Numfor. Jumlahnya lumayan banyak. Sudah hampir 300 orang yang juga diangkut ke Manokwari, termasuk ke Numfor,” ujar Olla. 

  Sebelumnya Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd mengatakan, bahwa laporan yang didapatkan dari Manokwari, ada kurang lebih 600 warga asal Kabupaten Biak Numfor tertahan di Manokwari karena adanya lockdown sebagai akibat dari dampak Covid-19. Mereka (warga) tidak bisa kembali karena tidak adanya sarana transportasi laut sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk menfasilitasi kepulangan warga.(itb/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom dan PLN Geser Jaringan Listrik demi Penataan Area Wisata

Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…

47 minutes ago

Sinergikan Program Otsus Papua, Pemkab Jayawijaya Koordinasikan  Dengan BP3OKP

Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…

2 hours ago

Belajar dari Kasus Keracunan MBG Depapre, Bupati Jayapura Ingatkan SPPG Utamakan Keamanan Makanan

Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari…

3 hours ago

Musim Kemarau, Warga Diingatkan Waspadai Air Minum dan Risiko Diare

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…

4 hours ago

Guskamla Koarmada III Gelar Bhakti Sosial  di Bondifuar

Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III melalui program Guskamla Peduli “Aku Cinta Laut” menggelar Bhakti…

5 hours ago

Meski Ada Pro dan Kontra Program Pembinaan Orang Mabuk Tetap Jalan

Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras…

6 hours ago