Terkait denga perkawinan anak di bawah umur, lanjut Daud, bukan hanya masalah sosial atau budaya, tetapi juga masalah kesehatan dan hak asasi manusia. Ia mengatakan, bahwa pernikahan di usia dini seringkali berdampak buruk pada kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta berkontribusi pada masalah gizi buruk dan stunting di Biak Numfor.
“Data menunjukkan bahwa Kabupaten Biak Numfor telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, dan upaya ini harus terus kita pertahankan, salah satunya dengan mencegah perkawinan anak,” tandas Daud dalam worshop yang diikuti 50 orang perserta itu.(ito)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Cukup banyak warga korban kebakaran yang menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…
Merespon terkait dengan putusan MK tersebut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…
Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…
Ps. Kanit 1 Subdit Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital AKP Muhammad Ridwan, mengataakn bahwa…
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan Apolo Safanpo mengimbau seluruh kader Partai Golkar…