Categories: BIAK

Tradisi Snapmor Pembangunan Gereja Ebenhaezer Ditunda Akibat Cuaca Buruk

BIAK – Rencana pelaksanaan tradisi Snapmor oleh Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Ebenhaezer Kampung Ibdi, Biak Timur, yang seharusnya digelar pada Sabtu (7/6), terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Biak.

Hal tersebut disampaikan oleh Cornelius Rumaiyom, Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Ebenhaezer, pada Sabtu (7/6). “Pembatalan ini karena kami melihat kondisi cuaca di laut, dan memang di hari Sabtu itu hujan mengguyur hampir keseluruhan wilayah di Pulau Biak. Pasang surut air laut pun berubah,” jelas Cornelius.

Tradisi Snapmor sendiri adalah warisan leluhur Biak untuk memanen ikan yang telah di-sasi selama berbulan-bulan. Sasi adalah tradisi lokal di mana masyarakat nelayan dilarang memancing di lokasi tertentu guna menjaga habitat ikan. Setelah sasi dibuka, warga berbondong-bondong ke pinggir pantai untuk menombak ikan yang terperangkap saat air laut surut (meti jauh).

Cornelius Rumaiyom menambahkan bahwa pembatalan ini bukan mendadak, melainkan karena faktor alam yang tidak terduga. “Panitia melihat air pasang masih cukup lama dari yang diperkirakan, ditambah dengan kondisi cuaca hujan,” ujarnya.

Meskipun tertunda, panitia optimis dapat menetapkan tanggal pelaksanaan baru dalam waktu dekat. “Kami akan tetapkan tanggal pelaksanaannya nanti, mungkin dalam satu minggu ke depan sudah bisa siap, dan kami konfirmasi ulang kepada seluruh warga masyarakat Biak dan sekitarnya,” kata Cornelius.

Panitia berencana untuk menggelar Snapmor kembali pada tanggal 13 dan 14 Juni mendatang, namun keputusan final akan dibahas terlebih dahulu bersama seluruh panitia dan warga jemaat.

Tradisi Snapmor kali ini bertujuan untuk penggalangan dana guna menopang pembangunan Gereja Baru Ebenhaezer Kampung Ibdi. Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk masuk ke area Snapmor, panitia menyediakan karcis seharga Rp100.000 (termasuk kalawai), Rp50.000, dan Rp20.000 untuk anak-anak. Akses masuk bisa melalui Kampung Ruar, Rim, dan Kampung Mandouw.  Rencananya, Snapmor yang ditunda ini juga akan dihadiri oleh warga masyarakat dan calon Wakil Gubernur Papua Constan Karma. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

1 minute ago

Optimalkan Semua Aset, Kembangkan Usaha yang Ada dan Jajaki Peluang Baru

Ada satu pekerjaan besar yang kini menanti di meja Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua,…

32 minutes ago

Pemkab Merauke Siapkan Penanganan Korban Kebakaran di Wanam

Bupati Merauke Yoseph  Bladib Gebze mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai peristiwa kebakaran yang terjadi…

1 hour ago

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan

  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian…

2 hours ago

Warga Mimika Diimbau Tidak Konsumsi Air Hujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau warga untuk tidak menampung maupun mengonsumsi air…

2 hours ago

Sidak Kantor Dukcapil, Rustan Saru: Bebas Pungli dan Calo!

   Langkah peninjauan langsung ini dilakukan oleh wakil walikota Jayapura itu guna mengevaluasi kualitas pelayanan…

3 hours ago