

Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menjenguk korban ledakan bom diduga peninggalan PD II di Biak, Minggu (31/5) Istimewa
JAYAPURA–Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ledakan bom yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor pada Minggu (31/5), yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Johanes Wakum didampingi aparat kepolisian serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yang tengah melakukan penanganan dan investigasi di lokasi kejadian.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak. Kami berharap seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal serta pendampingan yang baik selama masa pemulihan,” ujar Johanes, Minggu (7/6)
Ia juga mengapresiasi kerja cepat aparat keamanan, tenaga kesehatan, Basarnas, dan seluruh pihak yang telah bergerak cepat menangani dampak dari peristiwa tersebut.
Menurut Johanes, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah bersama tim investigasi dan satuan tugas yang dibentuk sudah berjalan cukup baik, mulai dari proses investigasi, penjinakan bahan peledak yang ditemukan di lokasi, hingga pencarian korban. “Proses yang sudah berjalan saya nilai cukup baik. Penanganan bahan peledak, penjinakan bom, hingga pencarian korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim yang bertugas,” katanya.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…
Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…
Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…
Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…
Kuasa Hukum PT Putra Baliem Mandiri Chairul Fahru Siregar, mengakui telah mengajukan gugatan di pemda…