Categories: BIAK

Pemkab Biak Minta Hub Logistik dan Kemudahan Izin Investasi

Dalam Rakor BPP/BP3OKP di Kab. Biak Numfor

BIAK-Sekretariat Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (Badan Pengarah Papua/BP3OKP) menggelar rapat koordinasi di Swissbell Hotel, Kamis (05/03). Rapat koordinasi ini dihadiri langsung olehPerwakilan Sekretariat Wakil Presiden RI, Bappenas, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan dan Sekretariat/Anggota Badan Pengarah Papua (BPP) dan Pokja BPP.

Rapat koordinasi ini diisi dengan berbagai materi, diantaranya pemaparan alokasi anggaran BPP tahun 2026, pemaparan program kerja BPP tahun 2026, pemaparan singkronisasi RAPPP dengan RPJMD Pemda dalam rangka percepatan pembangunan Papua, pemaparan interoperabilitas SIPPP, SIPD dan SIKD dalam rangka penyaluran dana Otsus Papua, serta penandatanganan kontrak kinerja tahun 2026.

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM dalam sambutan tertulisnya mengatakan, kehadiran perwakilan dari Setwapres, Bappenas, dan DJPK sebagai narasumber dalam rapat koordinasi BPP akan memberikan semangat baru dan keyakinan bahwa sinergi pusat dan daerah akan semakin kuat.

Dikatakan, tahun 2026 merupakan tahun krusial dalam akselerasi pembangunan di Papua. Sebagaimana arah kebijakan Pemerintah Pusat, lanjutnya, di Kabupaten Biak Numfor fokus peningkatan kualitas SDM, ekonomi berbasis kearifan lokal, sektor kelautan/perikanan, pariwisata, dan potensi sebagai hub logistic.

“Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi maritim dan pariwisata yang sangat besar. Kami bermimpi menjadikan Biak sebagai pintu gerbang Pasifik Indonesia. Namun, mimpi besar ini hanya bisa terwujud jika terdapat sinergi yang kuat antara Sekretariat BPP, Pokja, dan pemerintah pusat melalui Kementerian ataupun lembaga terkait,’ kata Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Sekda Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa saat membuka Rapat Koordinasi BPP.

Badan Pengarah Papua (BPP) memiliki peran krusial sebagai jembatan sinkronisasi antara aspirasi daerah dengan kebijakan nasional. Melalui forum ini, Bupati Markus O. Mansnembra, juga menekankan beberapa poin strategis:

Pertama, pentingnya mensinergikan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di daerah, sehingga program-program tepat sasaran, terutama di sektor kesehatan, pendidikan dan optimalisasi pengelolaan potensi sektor perikanan/kelautan/pariwisata.

Kedua, melalui kehadiran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, diharapkan ada penguatan mekanisme dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus agar lebih akuntabel dan memberikan dampak langsung orang asli Papua di kampung-kampung.

Ketiga, Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan terus berupaya membuka akses pasar, baik melalui dukungan transportasi maupun pariwisata, yang diharapkan selaras dengan dukungan Bappenas dan Setwapres.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

1 day ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

1 day ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

1 day ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

1 day ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

1 day ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

1 day ago