“Harapan kami adalah ada solusi yang adil dan memungkinkan penerbangan tetap ada di Biak. Jika dari Jayapura ke Biak sering kosong, kita bisa tambah rute dari Manokwari atau Sorong. Kami berharap solusi ini dapat segera terwujud dan Garuda bisa kembali melayani masyarakat Biak,” kata Bonsapia.
Penghentian rute penerbangan ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata, dan layanan pemerintahan dan juga layana ekonomi masyarakat, yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas di Bandara Frans Kaisiepo Biak, yang sangat bergantung pada aksesibilitas transportasi udara.
Pemerintah Daerah berharap pembahasan ini segera menghasilkan keputusan yang akan mengembalikan layanan penerbangan Garuda ke Biak, guna menunjang kemajuan daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…
Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…
- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…
Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah. Di setang sepeda, bendera Merah…
Manajemen kampus menjamin tidak ada toleransi bagi penyusupan paham maupun ideologi yang bertentangan dengan…
Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua, Suzana Wanggai, saat membacakan…