“Harapan kami adalah ada solusi yang adil dan memungkinkan penerbangan tetap ada di Biak. Jika dari Jayapura ke Biak sering kosong, kita bisa tambah rute dari Manokwari atau Sorong. Kami berharap solusi ini dapat segera terwujud dan Garuda bisa kembali melayani masyarakat Biak,” kata Bonsapia.
Penghentian rute penerbangan ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata, dan layanan pemerintahan dan juga layana ekonomi masyarakat, yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas di Bandara Frans Kaisiepo Biak, yang sangat bergantung pada aksesibilitas transportasi udara.
Pemerintah Daerah berharap pembahasan ini segera menghasilkan keputusan yang akan mengembalikan layanan penerbangan Garuda ke Biak, guna menunjang kemajuan daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…