

Plt. Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Aristoteles Ap saat menunjukkan produk minyak kayu putih yang disediakan di Galeri Kreatif Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Senin (28/10). (foto: Yohana/Cepos)
Cerita Plt Kadis KLH Papua yang Mengembangkan Pohon Minyak Kayu Putih Sejak 2015
Hutan sebagai paru-paru dunia, oleh karena itu. Masyarakat perlu melakukan rehabilitasi hutan dengan cara menanam pohon minyak kayu putih seperti yang dilakukan Plt. Kadis KLH Papua, Aristoteles Ap. Seperti apa rehabilitasi hutan dengan cara menanam pohon minyak kayu putihyang dilakukanya ?
Laporan – Rohana Wenggi
Menjaga hutan merupakan upaya yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk merawat hutan di lingkungannya masing-masing.
Terlebih, hutan sebagai tempat mencari makan bagi masyarakat lokal di Papua. Di hutan, masyarakat bisa bercocok tanam, berburu dan juga menjadi sumber pendapatan ekonomi lainnya seperti menjual kayu.
Menyadari hutan sebagai paru-paru dunia, Plt. Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Aristoteles Ap yang juga putra asli Papua, mengajak masyarakatnya untuk melakukan rehabilitasi hutan dengan cara menanam pohon minyak kayu putih. Seperti yang pernah ia lakukan.
“Awalnya, bibit minyak kayu putih ini saya ambil dari Jogja. Ini merupakan bibit unggulan, bahkan telah melewati uji riset di Balai Teknologi Kehutanan yang ada di Jogja,” kata Aristoteles Ap, kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/10) lalu.
Bibit pohon minyak kayu putih yang diambil awalnya untuk luas lahan 5 hektar, satu hektar isinya 5.000 pohon. Seiring berjalannya waktu, pohon minyak kayu putih yang ditanamnya tumbuh subur.
Dan ketika pohon minyak kayu putih yang ditanamnya mamasuki usia 2 tahun, Aristoteles bersama masyarakat setempat mulai panen dan menyuling untuk mendapatkan minyak kayu putih.
Dari hasil suling tersebut, kemudian diuji kembali. Terbukti bahwa kandungan sineol minyak kayu putih tersebut diangka 70 persen.
“Karena kandungan sineolny bagus, maka kami kembangkan semakin banyak lagi. Bahkan dari hasil pengelolaan minyak kayu putih tersebut, kami kemas dengan nama Minyak Kayu Putih Farkin,” kata Aristoteles.
Dari hasil tersebut, masyarakat sudah menikmati hasilnya. Bahkan, menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, termasuk memenuhi kebutuhan hidup, biaya pendidikan dan sebagainya.
Page: 1 2
Penyidik lanjutnya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pemilik atau pihak yang mengelola…
Korban mengenali salah satu pelaku secara fisik karena yang bersangkutan kerap membeli pinang di tempatnya.…
Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil kerja Satgas jajaran Koops Swasembada dalam menjaga keamanan di…
Menurutnya, mutasi yang tidak terukur dapat mengganggu struktur dan tata kelola pemerintahan di Provinsi Papua.…
Setelah insiden itu, korban sempat mendapatkan penanganan dan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah…
Pelaksanaan awal bulan suci Ramadan tahun ini memang tidak sama. Untuk organisasi Muhammadiyah telah lebih…