Kebun minyak kayu putih tersebut sudah dikembangkan sejak tahun 2015, dan sekarang hampir sebagian besar masyarakat di Biak sudah mulai memanfaatkan penanaman minyak kayu putih sebagai lapangan kerja.
Aristoteles juga mempermudah masyarakat dengan hasil penyulingan tersebut bisa dijual ke koperasi dengan harga1 liter Rp 300 ribu. Kemudian akan dikemas lebih lanjut oleh koperasi dan dijual di Galeri Dinas Kehutanan Papua.
“Kami juga melakukan pembinaan, mulai dari hulu hingga hilir. Jika tidak demikian, pasti usaha ini tidak akan berjalan, jadi kami tetap melakukan pembimbingan kepada masyarakat,” tuturnya.
Atas hasil minyak kayu putih ini, ia meminta masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Mengingat potensi hasil hutan bukan kayu di Papua cukup banyak.
“Tidak hanya minyak kayu putih, kita di Papua ada sagu yang punya potensi besar. Termasuk kita memiliki umbi-umbian hasil kebun yang bisa dikelola dan menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Presiden Prabowo Subianto kembali memuji dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…
Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi acara tersebut, melaksanakan sejumlah agenda utama diantaranya;…
Namun, putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta…
INI memang suasana yang benar-benar khas. Seperti Kembali kemesin waktu. Mereka duduk rapi menonton sebuah…
Operasi penyebaran spam promosi judi online terus mengalami perubahan strategi. Jika sebelumnya lebih banyak menyasar…
Melansir Reuters, oenaikan elektabilitas Eisenkot terjadi di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Netanyahu…