“Jangan pernah takut untuk bermimpi. Ibu Kartini sudah berjuang dulu untuk memperjuangkan emansipasi wanita, dan kita punya hak untuk memilih apa yang menjadi passion kita. Kalau punya mimpi, kejar terus dan sungguh-sungguh. Saya yakin, Tuhan akan menjawab mimpi kita,” pesannya dengan penuh semangat.
Berbekal didikan keras dan lembut dari kedua orang tuanya serta semangat emansipasi Kartini yang membara, perempuan berusia 32 tahun ini berhasil menaklukkan bidang Teknik Fisika hingga menjadi ahli Teknik Laser di Jerman, sebuah perjalanan inspiratif yang diharapkan dapat memotivasi kaum perempuan di Biak dan seluruh Indonesia untuk berani bermimpi dan mengejar passion mereka setinggi mungkin.
“Saya mau sampaikan bahwa semua orang itu bisa termasuk kita anak-anak Papua. Yang penting ada kemauan, tekad dan keseriusan. Jangan mudah menyerah sebab banyak yang sudah membuktikan bahwa kita anak-anak Papua juga bisa berbicara banyak di luar,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…