Categories: FEATURES

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diharap Lebih Efektif

Melihat Lebih Dalam Upaya Pemerintah Dalam Membangun Karakter Anak Indonesia

Pasca bergantinya kepemimpinan di Kementerian Pendidikan, muncul Program 7 Kebiasaan Anak Hebat Indoenesia. Padahal, sebelumnya zaman Menteri Nadiem Makariem dikenal program P5 dalam pembentukan karakter anak. Lantas seperti apa respon dari guru dan siswa terkait penerapan program ini?

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Pemerintah selalu memberikan inovasi dan trobosan baru terkait program Pendidikan di Indonesia. Kurikulum yang selalu berganti nama dan istilah hanyalah sebuah label saja, pada intinya memiliki tujuan yang sama yakni pembentukan karakter siswa-siswi.

   Pada kurikulum merdeka pembinaan karakter untuk siswa program pembinaan berupa P5 yaitu profil pelajar pancasila yang sudah berjalan sebelumnya.  Namun sekarang dalam pendekatan pembinaan karakter siswa berfokus pada 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat yang mulai berjalan sejak tahun 2025.

  Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua, Fathkurohmah menjelaskan silih bergantinya kedua program ini, namun memiliki tujuan yang sama yakni pembentukan karakter siswa yang lebih baik.

  “P5 berfokus pada profil pelajar Pancasila, sedangkan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat berfokus pada pembentukan karakter melalui 7 gerakan kebiasaan,” ujar Fathkurohmah ke Cenderawasih Pos usai launching program gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat di lapangan upacara walikota, Jumat (24/1).

  Menurutnya, program P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. Tahapan pelaksanaan P5 meliputi, Pengenalan, Kontekstualisasi, Aksi, Refleksi dan Tindak lanjut. Beberapa karakter yang diharapkan terbentuk melalui P5, antara lain, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebhinekaan global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis dan Kreatif.

   “Program ini bertujuan untuk mendorong tercapainya Profil Pelajar Pancasila dan juga P5 dilakukan melalui pembelajaran berbasis proyek serta untuk menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur siswa,” paparnya.

   Ditambahkan, sementara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program ini berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui 7 kebiasaan. Program ini dirancang oleh menteri Abdul Mu’ti dengan pendekatan deep learning.

   “7 kebiasaan yang dimaksud adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat,” tuturnya.

   Menurutnya, program Gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat dipercaya lebih Mujarab dalam membentuk karakter siswa Indonesia.  Pandangan ini sejalan dengan pendapat Nuraini yang merupakan seorang guru di SMA Yapis Jayapura. Dirinya meyakini Gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat ini bisa lebih optimal.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

11 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

12 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

13 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

14 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

15 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

19 hours ago