Categories: FEATURES

Kerap Dapat Masukan dari Bintang Rusia yang Berposisi Sama

   Titik balik bagi sulung dari dua bersaudara pasangan Dandan Gunadi dan Irawati itu salah satunya karena tempaan di militer. Dia absen Proliga tahun lalu karena menjalani pendidikan menjadi prajurit TNI-AL.

  Dampaknya, fisiknya membaik. Hasilnya, dia menjadi pencetak poin terbanyak bagi TNI-AL dalam Livoli Divisi Utama 2023 dan mengantarkan tim meraih peringkat ketiga.

Tampil di Livoli itu juga menjadi modal berharga Nurlaili ketika tahun ini tergabung di Jakarta Electric PLN. Terlebih, komposisi tim tersebut juga diperkuat sejumlah pemain TNI-AL lainnya. Mulai Eris Septia hingga Tisya Amalia.

  Eris akhirnya menyabet best libero dan Tisya sebagai setter terbaik. Selain itu, adanya pemain senior seperti Yolla Yuliana dan Maya Kurnia Indri turut mengatrol motivasi tim.

Terlebih, tim diarsiteki Chamnan Dokmai, juru taktik yang pengalaman. Pelatih asal Thailand itu disebutnya juga memiliki peran besar baginya untuk berkembang pesat.

  ”Dia melatih dari dasar banget hingga mendekati pertandingan baru mulai teknis. Dia lebih ke individual dulu. Tahu satu per satu (kebutuhan pemain) gimana, baru ke tim secara keseluruhan,’’ katanya.

  Adanya Chamnan sebagai pelatih juga menaikkan kepercayaan diri pemain. Nurlaili tak memungkiri di awal-awal Proliga banyak yang meremehkan PLN bisa berbuat banyak.

Terlebih di babak reguler dengan hasil yang kurang baik dan tercecer dari empat besar. Tapi, satu per satu kekurangan dibenahi. Di antaranya, receive dan smes.

   Terus, ada pula suntikan pemain asing baru: Marina Markova. Pemain asal Rusia itu sebelumnya memperkuat Igor Gorgonzola Novara, klub yang bertarung di kasta tertinggi voli di Italia.

”Markova berefek banget sih karena dia kan tinggi banget ya (199 cm),’’ sebut Nurlaili, lantas tertawa.

Kebetulan posisi Markova juga outside hitter. Banyak masukan dari Markova untuknya. ”Dia lebih ke kasih semangat. Bisa ayok, nggak apa-apa kalau salah, disemangatin terus,’’ ucapnya.

   Usia Markova juga terbilang muda. Per 21 Januari 2024 lalu baru menginjak 23 tahun. Hanya tiga tahun di atas Nurlaili. Itulah yang membuat obrolan mereka berdua nyambung.

  Chamnan menuturkan, dirinya mengenal Nurlaili sejak pemain itu bergabung dengan Jakarta BNI di musim 2017–2019. ”Dia pemain bagus, tapi tidak mengisi pemain utama. Tapi, untuk saya, dia sangat bagus. Tahun ini semua orang melihatnya dengan power yang bagus,’’ ucapnya.

  Dia tahu Indonesia memiliki banyak pemain yang bagus. ”Tetapi mengenai tujuan, mereka harus memikirkan tujuan besar. Contohnya, di pertandingan internasional. Mereka harus percaya diri bisa melakukannya,’’ sebutnya. (raf/c6/ttg)

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: ProligaVolly

Recent Posts

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

1 day ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

2 days ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

2 days ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

2 days ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

2 days ago

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

2 days ago