Kata Frits, dengan memberdayakan anak-anak Papua di institusi Polri, maka kita membangun sebuah pola dialog yang lebih partisipatif dan jangka panjang yang secara perlahan mereduksi konflik kekerasan di Papua.
Sekaligus anak-anak Papua bisa membangun kepercayaan ke pada saudaranya, keluarganya, orang tuanya dan lingkungannya tentang bagaimana pentingnya pembangunan, kesejahteraan dan persatuan.
“Bahwa di Papua ada problem ideologi iya, karena itu tidak bisa selamanya kita mendorong polisi atau TNI untuk terus menggunkan senjata. Dalam buku ini, penulis ingin mendorong apa yang disebut dengan dialog kemanusiaan. Karena itu kami mendorong presiden membentuk tim untuk memitimigasi konflik di Papua,” tandasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…
- Sat Narkoba dan Polsek Wamena Kota menemukan sebuah ladang berukuran panjang 4 Meter dan…
Mengingat negara-negara demokrasi maju telah memiliki regulasi serupa, Indonesia dinilai sangat membutuhkan aturan hukum…