Categories: FEATURES

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Melihat Pemberdayaan Perempuan Port Numbay Lewat Pelatihan Aksesoris Budaya

Untuk memberdayakan kaum perempuan khususnya mama-mama Papua, ratusan mama-mama dari 10 Kampung Adat Port Numbay (Kota Jayapura) diberikan pelatihan membuat seni aksesoris budaya di Hotel Horison Kotaraja, Sabtu (24/4).

Laporan: Karolus Daot | Jayapura

Ruangan di lantai dua Hotel Horison Kotaraja tidak sekadar menjadi ruang pelatihan. Ia berubah menjadi ruang hidup hangat, riuh oleh tawa, dan penuh cerita. Ada yang bersimpuh di balik meja kecil, ada pula yang bersimpuh atau duduk lesehan di lantai.  Di antara alunan musik akustik khas Port Numbay yang mengalir lembut, ratusan mama-mama dari 10 kampung adat di Kota Jayapura serius mengerjakan sesuatu. Tangan-tangan mereka tak pernah berhenti bergerak. Ada yang merangkai manik-manik kecil, ada yang menganyam daun, ada pula yang tekun menyusun biji-bijian menjadi aksesoris bernilai budaya tinggi.

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika. Suasana mendadak cair seolah mereka bukan sedang mengikuti pelatihan, melainkan berkumpul di halaman rumah sendiri. Di hadapan mereka, berserakan bahan-bahan sederhana seperti, benang, bia (kerang kecil), biji-bijian, hingga potongan bambu. Dari benda-benda yang bagi sebagian orang tampak biasa, namun di baliknya lahirlah karya yang sarat makna.

“Biasanya tiap hari di rumah dengan kuali dan belanga. Sekali-sekali kita keluar,” ujar Mama Adriana Mebri Olua dari Kampung Yoka, sambil terus merangkai kalung di tangannya.

Kalimat sederhana itu menyiratkan kebahagiaan. Bagi mereka, ini bukan sekadar pelatihan ini adalah ruang untuk bernapas, berkarya, dan kembali merawat jati diri. Setiap kampung membawa ciri khasnya masing-masing.

Dari Kampung Yoka, hadir Kalung Kimbili sebuah aksesoris khas yang dibuat dari biji rumput ilalang yang tumbuh liar di sekitar Danau Sentani. Biji-biji kecil itu dijemur, dipisahkan, lalu dirangkai menjadi kalung yang biasa digunakan dalam tarian adat maupun penyambutan tamu penting.

“Kalau dipakai harus dua, disilang di lengan kiri dan kanan,” jelas Mama Olivia Veronica Mehue Mebri, istri Ondoafi Kampung Yoka sembari tanganya merangkai biji kimbli menggunakan jarum kecil.
Meski memiliki nilai jual hingga ratusan ribu rupiah, kalung ini lebih sering disimpan sebagai simbol adat daripada komoditas dagang. “Kalaupun di jual harganya bisa capai 200 ribu per kalung, tapi bagi kami ini aksesoris budaya jadi tidak dijual sembarang,” bebernya.

Tak jauh berbeda, Kampung Skouw Mabo memperkenalkan Lebi, kalung khas yang dirangkai dari kerang dan keong laut. Bahan bakunya bahkan harus didatangkan dari wilayah Papua Nugini. Prosesnya tak sederhana. Kerang direbus, dibersihkan, lalu dirangkai dengan ketelitian tinggi menggunakan benang halus. Hasilnya bukan sekadar perhiasan, melainkan karya seni yang hidup. Aksesoris inipun biasanya dipakai saat penyambutan tamu, menghiasi rumah, hingga mengiringi tarian adat. “Banyak jenis aksesoris di dalamnya tapi kami fokus pada pelatihan ini,” bebernya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

17 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

18 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

20 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

21 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

22 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

24 hours ago