Ditambahkan, minat dan potensi peserta dalam mengikuti pelatihan ini begitu besar, mereka dilatih seperti orang bekerja. Hanya libur pada Hari Minggu dan masuk mengikuti pelatihan dari pagi sampai pulang jam 16.00 WIT, sehingga dari pelatihan ini diharapkan mereka bisa menguasai semua materi dan prakteknya, apakah dalam membuat mebeler maupun handicraft.
Saat peserta sudah selesai mengikuti pelatihan, jika ada yang tanya atau kendala, ada 5 orang instruktur yang siap membantu.
Menurutnya, jika para peserta sudah selesai mengikuti pelatihan dan mau mengembangkan potensi yang dimiliki pihak Pemkab Jayapura bisa memberikan bantuan alat kerja dan modal supaya mereka semangat menjadi tukang kayu di daerahnya masing masing.
Jika mereka sudah mahir menjadi tukang kayu maka bisa menghidupi dirinya sendiri atau keluarganya. Selain itu, jika mereka mau membangun rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak, dan hasil kayu dari tempat tinggalnya bisa dikelola dengan baik tidak dijual dalam bentuk kayu saja namun sudah ada dalam bentuk produk jadi , sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.(*)
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memanfaatkan…
Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…
Ribka mengatakan reformasi tata kelola Dana Otsus yang dilakukan pemerintah telah mempercepat proses penyaluran melalui…
Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…