Ditambahkan, minat dan potensi peserta dalam mengikuti pelatihan ini begitu besar, mereka dilatih seperti orang bekerja. Hanya libur pada Hari Minggu dan masuk mengikuti pelatihan dari pagi sampai pulang jam 16.00 WIT, sehingga dari pelatihan ini diharapkan mereka bisa menguasai semua materi dan prakteknya, apakah dalam membuat mebeler maupun handicraft.
Saat peserta sudah selesai mengikuti pelatihan, jika ada yang tanya atau kendala, ada 5 orang instruktur yang siap membantu.
Menurutnya, jika para peserta sudah selesai mengikuti pelatihan dan mau mengembangkan potensi yang dimiliki pihak Pemkab Jayapura bisa memberikan bantuan alat kerja dan modal supaya mereka semangat menjadi tukang kayu di daerahnya masing masing.
Jika mereka sudah mahir menjadi tukang kayu maka bisa menghidupi dirinya sendiri atau keluarganya. Selain itu, jika mereka mau membangun rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak, dan hasil kayu dari tempat tinggalnya bisa dikelola dengan baik tidak dijual dalam bentuk kayu saja namun sudah ada dalam bentuk produk jadi , sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.(*)
Kasus tersebut bermula dari ditemukannya seorang laki-laki berinisial VM (40) dalam kondisi meninggal dunia di…
Kapolres Jayawijaya Melalui Kasat Narkoba Iptu J.B Saragih, SH mengaku pengungkapan kasus masuknya sabu ke…
Menurut Asep, imbauan itu disampaikan sebagai bentuk pengawasan sekaligus aksi nyata KPK dalam menjaga kedaulatan…
“Gigi itu punya beberapa lapisan. Paling luar adalah enamel atau email, di bawahnya dentin, lalu…
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebanyak 8 unit kendaraan yang melanggar aturan parkir, terdiri dari…
‘’Kalau air pasang laut yang sudah terjadi dalam 2-3 hari kemarin itu, belum setinggi yang…