Ditambahkan, minat dan potensi peserta dalam mengikuti pelatihan ini begitu besar, mereka dilatih seperti orang bekerja. Hanya libur pada Hari Minggu dan masuk mengikuti pelatihan dari pagi sampai pulang jam 16.00 WIT, sehingga dari pelatihan ini diharapkan mereka bisa menguasai semua materi dan prakteknya, apakah dalam membuat mebeler maupun handicraft.
Saat peserta sudah selesai mengikuti pelatihan, jika ada yang tanya atau kendala, ada 5 orang instruktur yang siap membantu.
Menurutnya, jika para peserta sudah selesai mengikuti pelatihan dan mau mengembangkan potensi yang dimiliki pihak Pemkab Jayapura bisa memberikan bantuan alat kerja dan modal supaya mereka semangat menjadi tukang kayu di daerahnya masing masing.
Jika mereka sudah mahir menjadi tukang kayu maka bisa menghidupi dirinya sendiri atau keluarganya. Selain itu, jika mereka mau membangun rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak, dan hasil kayu dari tempat tinggalnya bisa dikelola dengan baik tidak dijual dalam bentuk kayu saja namun sudah ada dalam bentuk produk jadi , sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.(*)
Pemerintah merespons cepat dampak kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) dengan menerbitkan kebijakan strategis melalui…
Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong pengembangan komoditas sagu sebagai pangan lokal unggulan. Potensi hutan sagu…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat bakal melakukan pengujian pangan segar guna mencegah…
Puluhan rumpon milik nelayan yang tersebar di perairan Jayapura hingga Demta, Kabupaten Jayapura, telah dikembalikan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat dengan…
Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jayapura melaksanakan pelepasan jemaah haji…