“Saya dan ibunya, sudah kedua kali kami dipanggil pihak sekolah untuk mengahadap, karena sandi telah melakukan kesalahan. Dia mencoba untuk panjat tembok untuk keluar dari lingkungan sekolah, karena ketahuan akhirnya kita dipanggil,” jelasnya.
Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa belajar dengan baik dan hidup sangat layak karena semua kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh pemerintah. Ia tidak khawatir dengan makan dan jam tidur anaknya karena ada pendamping kelas dan asrama yang akan menjaga mereka.
Dirinya pun merasa beruntung anaknya mendapat kesempatan bisa belajar di sekolah rakyat secara gratis karena tanpa bantuan pemerintah tersebut, ia ragu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus.
Sementara disudut lain terlihat seorang ibu guru dan orang tua murid memberikan nasihat kepada anaknya untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.
Beberapa ibu lainnya juga harapan anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” kata seorang ibu yang buru-buru masuk keruangan guru.
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…