Categories: FEATURES

Zonasi Vegetasi Pantai Rusak,  Bila Tak Diseriusi Abrasi Makin Merajalela  

Jadi Yehuda juga mempertanyakan kondisi Holtekamp hari ini. Apakah zonasi vegetasi tadi masih sempurna atau sebaliknya.

“Saya justru melihat bahwa sebagian besar sudah hilang sehingga tidak heran abrasi akan merajalela dan akan menumbangkan banyak pohon,” tambahnya.

   Malah ekses buruk lainnya kata Yehuda bisa saja intrusi atau abrasi ini akan  merusak sarana jalan utama di Holtekam.

“Sekali lagi solusinya bisa ditempuh dengan 2 cara yaitu mitigasi struktural dan campuran tadi  tapi mitigasi campuran bisa dibuat disetiap jetty juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” sarannya.

  Lokasi Holtekam perlu kembali ditanami pohon – pohon sesuai zonasi vegetasi untuk mengembalikan kembali bentuk awal morfologi pesisir. “Tanpa itu, saya pikir akan sia – sia apalagi jika  menggunakan kubus beton ataupun rekayasa sipil seperti saat ini. Itu  akan sia – sia dan tenggelam,” imbuhnya.

“Contoh sudah dialami di Pantai Skouw Mabo juga di Holtekamp dekat Kali Buaya. Kubus beton akan hilang dan tenggelam,” tambahnya.

Ini kata Yehuda tak lepas dari struktur geologinya adalah pasir berlempung hasil sedimentasi. Jenis seperti ini tidak bisa menahan beban dari kubus – kubus beton tadi. Jadi Yehuda meyakini jika itu dilakukan maka tetap tidak efektif.

“Kalau mau dicarikan solusinya coba berkoordinasi dengan beberapa ahli dan jangan hanya ahli teknik sipil saja tapi  harus libatkan ahli lain terutama yang paham tipologi fisik pesisir Holtekam,”  sambungnya.

   Disini ia kembali menyampaikan bahwa kondisi pesisir Holtekam tidak akan seperti sekarang apabila vegetasi alaminya tetap terjaga.

“Saya bisa katakan zonasi vegetasi juga sudah tidak sesempurna dulu. Penyebabnya tak lepas adalah dari pembangunan tempat usaha sepanjang Holtekamp.

  “Jadi akar vegetasilah  yang menahan pasir dan lempung. Bila akar itu tidak membentuk zonasi awalnya, maka garis pantai terus mundur akibat terkikis,” imbuhnya.

   Disinggung soal kondisi Ciberi dikatakan Ciberi tinggal menunggu waktu apabila tidak dilakukan penanganan menyeluruh.  “Itu (Ciberi) tunggu waktu saja jadi memang perlu segera dibuat pelindung,” tutup Yehuda. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Guru TK Didorong Jadi Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun

Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…

18 hours ago

KWI Soroti Luka Sosial Papua

Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin…

19 hours ago

Aktivitas Pelayanan Dipindahkan Ke Kantor Kelurahan Hinekombhe

Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…

20 hours ago

WKRI Papua Anjangsana ke PAUD St. Lukas dan TK Mentari Yo Nafri

Pengurus DPD Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Papua melakukan anjangsana ke TK Mentari Yo Kampung…

21 hours ago

Intelektual Muda Papua Harus Peka dengan Persoalan di Masyarakat

– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK)…

22 hours ago

Setelah 1.800 Kali Nobar, Pesta Babi Kini Bisa Ditonton di Youtube

Tokoh Masyarakat Adat Yei, Vincen Kwipalo, yang juga menjadi narasumber dalam film tersebut, secara simbolis…

23 hours ago