Karena itulah, masjid dijadikan pusat aktivitas. Dari sanalah anak-anak belajar bukan hanya tentang bacaan salat, tetapi juga tentang makna kebersamaan dan tanggung jawab memelihara rumah ibadah.
Di SMP Nurul Huda, tercatat 122 siswa dengan 14 guru yang membimbing. Gedung tiga lantai, enam ruang kelas, dan satu ruang komputer berdiri berdampingan dengan masjid menjadi saksi bagaimana pendidikan dan ibadah berjalan beriringan.
“Ramadan di sini (Masjid Jami) bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah denyut yang menghidupkan ruang-ruang sunyi, menyemai nilai di hati anak-anak, dan mengingatkan bahwa kemakmuran masjid bukan pada megahnya bangunan, melainkan pada suara doa yang tak pernah berhenti dilantunkan,” tutupnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dalam sidak tersebut, petugas mendapati sejumlah warga masih melakukan aktivitas pendulangan meskipun sebelumnya telah dilakukan…
Rektor Uncen Prof Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr menyampaikan bahwa sebagai Universitas tertua…
Dirkrimsus Polda Papua selaku Kasatgas Pangan Daerah Papua, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, mengungkapkan…
Selain pesan spiritual, Rustan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama bagi warga yang bermukim…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, bahwa pergeseran anggaran khusus…
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa guru yayasan yang telah diangkat menjadi ASN tidak boleh serta-merta dipindahkan…