Karena itulah, masjid dijadikan pusat aktivitas. Dari sanalah anak-anak belajar bukan hanya tentang bacaan salat, tetapi juga tentang makna kebersamaan dan tanggung jawab memelihara rumah ibadah.
Di SMP Nurul Huda, tercatat 122 siswa dengan 14 guru yang membimbing. Gedung tiga lantai, enam ruang kelas, dan satu ruang komputer berdiri berdampingan dengan masjid menjadi saksi bagaimana pendidikan dan ibadah berjalan beriringan.
“Ramadan di sini (Masjid Jami) bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah denyut yang menghidupkan ruang-ruang sunyi, menyemai nilai di hati anak-anak, dan mengingatkan bahwa kemakmuran masjid bukan pada megahnya bangunan, melainkan pada suara doa yang tak pernah berhenti dilantunkan,” tutupnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…