“Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Tujuan akhirnya satu, pelayanan kepada masyarakat harus semakin baik,” tutup Frederik.
Sejatinya, RS Ramela tidak sekadar menjadi bangunan pelayanan kesehatan, tetapi telah menjelma sebagai rumah kehidupan, tempat setiap manusia diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun status administrasi.
Bagi masyarakat kecil, RS Ramela kerap menjadi tempat bergantung di saat-saat paling sulit. Di sanalah harapan tumbuh, ketika rasa takut bertemu dengan kepedulian para tenaga medis yang hadir bukan hanya sebagai profesional, tetapi juga sebagai sesama manusia.
Melalui semangat “rumah kehidupan tanpa diskriminasi”, RS Ramela berupaya menjaga kepercayaan publik dan membangun wajah pelayanan kesehatan yang berkeadilan. Di tengah berbagai tantangan, rumah sakit ini ingin memastikan satu hal: setiap nyawa berharga dan layak diperjuangkan.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dilansir Departemen Kehakiman Amerika Serikat, sedikitnya ada 3,5 juta halaman Epstein Files yang dipublikasikan. Hal…
Nah dari hasil perburuan, akhirnya tim pelatih menemukan nama-nama baru. Setelah sebelumnya mendatangkan Williams Lugo,…
Persiapan tersebut dilakukan sejak dini guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat. Beberapa ritel yang telah menyiapkan…
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari mengatakan stok beras yang dikelola…
Menurutnya, setiap hotel secara rutin menyampaikan laporan okupansi harian. Abdul Rajab menilai, menurunnya tingkat hunian…
Ia menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua tahun 2025 atas dasar harga berlaku…