“Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Tujuan akhirnya satu, pelayanan kepada masyarakat harus semakin baik,” tutup Frederik.
Sejatinya, RS Ramela tidak sekadar menjadi bangunan pelayanan kesehatan, tetapi telah menjelma sebagai rumah kehidupan, tempat setiap manusia diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun status administrasi.
Bagi masyarakat kecil, RS Ramela kerap menjadi tempat bergantung di saat-saat paling sulit. Di sanalah harapan tumbuh, ketika rasa takut bertemu dengan kepedulian para tenaga medis yang hadir bukan hanya sebagai profesional, tetapi juga sebagai sesama manusia.
Melalui semangat “rumah kehidupan tanpa diskriminasi”, RS Ramela berupaya menjaga kepercayaan publik dan membangun wajah pelayanan kesehatan yang berkeadilan. Di tengah berbagai tantangan, rumah sakit ini ingin memastikan satu hal: setiap nyawa berharga dan layak diperjuangkan.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penertiban ini diwujudkan melalui kegiatan penegakan hukum lalu lintas terpadu yang dilanjutkan dengan mekanisme sidang…
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa mekanisme tersebut dirancang agar pencairan hak pensiun dapat…
Aurellia Wijaya menggunakan cara sederhana untuk menguasai bahasa Mandarin setelah kuliah di Taiwan. Mahasiswi asal…