Categories: FEATURES

Sampah Dimana-mana, Warga Ngaku Pasrah dan Nyaman karena Terbiasa

Wisata Kampung Nelayan yang “Terlupakan” Saat Tak Ada Even

Untuk mengembangkan wisata di Kota Jayapura, Dinas Pariwisata mendorong potensi di setiap kampung untuk diangkat dan dikelola sebagai tempat wisata. Salah satunya di Kampung Nelayan di Hamadi dengan potensi wisata bahari. Lantas seperti apa kondisi Kampung inti saat tak ada event wisata yang digelar di kampung ini?

Laporan: Robert Mboik_Jayapura 

Berbagai potensi wisata yang ada di kampung-kampung di wilayah Kota Jayapura, harusnya bisa dikelola sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Tak hanya ketika ada event festival digelar, banyak pengunjung, namun sepi ketika tidak ada event. Harusnya wisata kampung ini setiap akhir pekan pun atau bahkan tiap hari, tetap bisa menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar, kapan pun mereka datang ke  Kota Jayapura.

   Konsep pengelolaan wisata yang berkelanjutan, paling tidak juga bisa merawat dan menjaga infrastruktur pendukung yang dibangun pemerintah agar tidak mudah rusak. Dan yang lebih penting adalah kepastian peningkatan ekonomi masyarakat di kampung, dampak dari  kunjungan wisatawan yang kontinyu.

   Salah satu potensi wisata kampung yang menarik, yakni Kampung Nelayan di Hamadi. Pada awal-awal Kampung Nelayan ini dibangun, banyak menarik perhatian masyarakat untuk datang ke lokasi ini. Kawasan wisata Kampung Nealyan ini, semakin bertambah dengan kehadiran bangunan jembatan beton panjang melintasi pantai sepanjang kampung itu.

   Daya tariknya juga semakin bertambah dengan aktifitas para nelayan yang pulang melaut mencari ikan, dan ratusan perahu nelayan berjejer di kawasan pantai itu. Jika berniat untuk berwisata ke pantai ini, waktu yang tepat bisa di pagi hari sambil menikmati hangatnya pagi yang bisa memberikan nilai tambah pada kesehatan. Tetapi bisa juga sore hari, dengan angina sepoi dan sunset menjelang petang.

   Kampung nelayan ini sebenarnya salah satu potensi wisata di kota Jayapura yang sangat luar biasa indahnya. Hanya saja, baik pemerintah Kampung maupun pemerintah kota Jayapura mungkin belum melihat nilai pasar dari pengelolaan potensi Wisata Kampung itu.

  Jika kita bedah lebih dalam, Kampung ini sebenarnya tidak saja menyajikan keindahan alam laut di pinggir pantainya, tetapi juga keberadaan kawasan pemukiman  masyarakat di daerah pesisir dengan rumah khasnya, yaitu rumah panggung.

   Hanya saja, keindahan  potensi wisata di kampung itu seolah-olah menjadi pudar,  dengan banyaknya sampah-sampah plastik di kawasan pesisir pantainya. Lambat laun, menjadi kurang menarik. Bahkan jembatan yang melintas di lokasi itu juga sudah tidak terawat, jembatan besi menjadi berkarat. Bahkan alas kayu di jembatan, juga sempat rusak.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Identitas Dua Korban Mobil Terbakar di Ring Road Terungkap

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, kedua korban yang ditemukan dalam…

3 hours ago

Tokoh Adat Papua Serukan Pelajar Fokus Pendidikan dan Dukung MBG

   Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi rencana aksi pelajar pada 15 September yang disebut berkaitan…

4 hours ago

Teknis Beasiswa PACE dan MACE Berbasis Dana Otsus Dimatangkan

  Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan…

5 hours ago

Satu Unit Mobil Damkar Diminta Stand By di Jayapura Utara

   Ia menyebut, ketika terjadi kebakaran di wilayah Jayapura Utara, mobil pemadam membutuhkan waktu sekitar…

6 hours ago

ABR: Jangan Ada Lagi Tawuran Antarsekolah!

  Menurut Abisai, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk…

7 hours ago

Persoalan Akademik FK Uncen Jadi Polemik

   Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung pada, 7 September 2026 yang dipimpin…

8 hours ago