Categories: FEATURES

Awasi Pengunaan HP pada Anak, Cegah Jerat Eksploitasi Seksual di Ruang Digital

   Menurutnya, eksploitasi seksual anak dapat berupa banyak hal, antara lain dapat berupa foto, video, audio, dan penggambaran visual lain dari pelecehan atau bagian seksual anak yang nyata ataupun yang dihasilkan komputer maupun Handphone (HP).

   “Bagi para orang tua yang punya rasa sayang terhadap anak dengan memberikan gadget harus dikontrol dan perlu ada penegasan. Artinya memberikan penekanan agar tidak melakukan aktivitas online yang mengarah kepada hal-hal yang negatif,” tuturnya.

  Selain pengaruh ruang digital, orang tua juga harus mengawasi aktivitas anak di lingkungan baik itu di sekolah maupun bersama teman-temannya. “Pengaruh lingkungan juga masih ada kaitannya dengan dunia digital, jika kita tidak persiapkan anak dengan baik, bisa saja apa yang dia lihat dan dengar di dunia maya itu bisa dipraktekkan di lingkungannya, jadi harus ada kontrol yang ekstra,” pungkasnya.

   Bagi Betty, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak buruk pada perkembangan sosial dan emosional anak, termasuk prilaku kekerasan hingga mengarah kepada ruang seksual digital dan menjadi korban kekerasan seksual di dunia maya.

   “Penggunaan gadget pada anak-anak dapat memiliki dampak positif dan negatif. Untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak, orang tua dapat menerapkan batasan waktu penggunaan gadget,” paparnya.

   Dengan beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak yang masih marak terjadi, diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pemangku kepentingan khususnya orang tua. “Dalam menekan kekerasan seksual terhadap anak, DP3AKB memiliki beberapa kegiatan strategis salah satunya adalah sosialisasi lewat program penguatan keluarga,” ungkapnya.

   Terlepas dari upaya pencegahan dan program dari pemerintah, Suhartini Wati yang merupakan seorang ibu rumah tangga di Koya Tengah Distrik Muara Tami sangat mendukung langkah DP3AKB Kota Jayapura itu. Bagi Ibu tiga orang anak itu, kendala terbesar orang tua dalam mengawasi anak-anak adalah dilema dengan rasa sayang yang berlebihan.

  “Kebiasaan saya di rumah, setiap hari saya harus memeriksa aktivitas gadget anak-anak, selain itu juga ada batas waktu, misalnya setiap jam 7 atau 8 malam, semua Hp anak-anak saya sita,” ujar Suhartini menceritakan upaya pengawasan penggunaan gadget pada anak-anaknya.

   Kadang, menurutnya cara tersebut belum bisa menjadi cara yang ampuh, untuk dirinya selalu memberikan penegasan kepada ketiga anaknya, bahwa Hp yang dia beli hanya untuk kepentingan belajar dan komunikasi dengan orang tua.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

2 days ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

2 days ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

2 days ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

2 days ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

2 days ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

2 days ago