Ia menambahkan, meneladani Santo Fransiskus Asisi berarti guru dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua yang membentuk karakter siswa. “Kalau karakter anak-anak terbentuk dengan baik, kualitas pendidikan kita akan semakin bermutu,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan rohani, rekoleksi ini memberi pesan mendalam, guru YPPK harus menjadi kabar sukacita bagi anak didiknya. “Kami tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga menghidupi spiritualitas pelayanan, peduli pada mereka yang kesulitan, dan hadir sebagai sumber harapan,” tutur Feliks.
Di tengah derasnya arus zaman, YPPK berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun. Karena sejatinya, pendidikan Katolik bukan hanya soal angka dan prestasi, melainkan juga soal hati dan iman. Dengan semangat Santo Fransiskus, guru YPPK dipanggil untuk melayani dengan rendah hati dan mendidik dengan kasih. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kota Jayapura, Simon Petrus Koirewoa, menjelaskan bahwa pendataan yang dilakukan tidak…
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven Alexander Wonmaly, mengatakan penetapan tersebut mengacu pada Peraturan…
Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Yoram sempat disiram menggunakan bensin oleh sang istri berinisial…
Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu proses…
Selain kepala daerah, gubernur juga mengingatkan kepada direktur dan seluruh tenaga medis untuk senantiasa siap…
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis untuk…