Ia menambahkan, meneladani Santo Fransiskus Asisi berarti guru dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua yang membentuk karakter siswa. “Kalau karakter anak-anak terbentuk dengan baik, kualitas pendidikan kita akan semakin bermutu,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan rohani, rekoleksi ini memberi pesan mendalam, guru YPPK harus menjadi kabar sukacita bagi anak didiknya. “Kami tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga menghidupi spiritualitas pelayanan, peduli pada mereka yang kesulitan, dan hadir sebagai sumber harapan,” tutur Feliks.
Di tengah derasnya arus zaman, YPPK berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun. Karena sejatinya, pendidikan Katolik bukan hanya soal angka dan prestasi, melainkan juga soal hati dan iman. Dengan semangat Santo Fransiskus, guru YPPK dipanggil untuk melayani dengan rendah hati dan mendidik dengan kasih. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…
Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar mengatakan dokter spesialis yang disiapkan antara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…
Menanggapi lonjakan angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian inovasi programatik untuk memutus rantai penularan.…
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mencatat kenaikan signifikan pada penerimaan retribusi di Pasar…